Tampilkan postingan dengan label my creation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my creation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

Inspirasi: 2 Anak SMA yang Unggul (Serupa tapi beda)


Coba perhatikan ke duanya... lihatlah... dan nilailah... lalu ambil hikmahnya.. semoga membantu membuka paradigma kita... check it out guys..! 
Seno



Bagas


Ini Seno... Sepupuku. Adekku yang lucu...
Seno anaknya lucu, seperti anak kecil mukanya. Walaupun badannya besar mukanya tetap anak-anak. Seno ini dia introvert banget, penikmat kesendirian, dirinya adalah segalanya, dirinya adalah sumber kebahagiaannya, semuanya harus berpusat pada dirinya (tapi bukan egois).
Seno ini bisa dibilang jenius otaknya, IQ nya diatas rata-rata. Dari kecil sampe sekarang disekolah selalu ranking, padahal kalo di rumah belajarnya ga serius, males-malesan, tidur-tiduran. Dirumah kerjaannya main komputer, main PS, atau baca novel/komik entah apa-apa yang gak penting. Tapi katanya kalo disekolah 100% konsentrasi belajar.
Dia ini tipe otak kanan tipe belajarnya audio banget, Science banget.
Anaknya cupu banget, gak gaul banget, pemalu banget, gak jelas banget, labil banget, galau banget. Tapi gitu-gitu punya pacar lo... Wehehe (Good boy!)
Kalau mau dilihat latar belakng keluarganya, seno ini berasal dari keluarga menengah ke atas, ya gak jauh-jauh beda la sama aku.
Dari kecil bakat kejeniusannya itu tidak pernah diragukan lagi. Jadi tidak heran sekarang dia bisa masuk sipil UGM lewat jalur PMDK. Karna dari dulu sudah sering juara ini itu di bidang science ataupun permainan kartu Bridge yang cukup rumit mengasah otak.
Walaupun begitu pintarnya, tapi si seno ini tidak sombong, rajin menabung, baik hati, dan sederhana.
Ya inilah dia si seno sepupu faforit dan kebanggaanku, karna dari bayi akulah yang membesarkannya. (berasa emaknya) hahaha... aku padamu lah sen...!
Ini Bagas... Teman satu organisasi sosial di jatinangor. Aku tidak terlalu akrab, tapi aku suka karakternya. Walaupun baru beberapa kali ketemu dan beberapa kali melakukan kegiatan bareng tapi karakternya sudah terbaca.
Bagas ini orangnya sosial banget, supel banget, aktif banget, ramah banget, sopan banget, gaul banget, rendah hati banget, sporty abis.
disekolah dia banyak temannya, jadi idola teman-teman dan juniornya, bahkan jadi andalan para guru.
Bagas ini brasal dari keluarga sederhana (mungkin, maaf kalo salah), sama seperti hampir kebanyakan warga jatinangor saat ini.
Disekolah dia menjabat sebagai ketua Rohis, aktif di organisasi luar sekolah di LSM Jatinangor fresh sebagai pengurus/sukarelawannya untuk membantu mengembangkan potensi sekolah-sekolah dijatinangor.
Kalau dikasih tugas/amanah selalu siap gak pernah ragu, suka memberikan ide-ide bagus juga. Selau siap jika diminta pertolongan. Jiwa sosialnya tinggi banget. Keren banget lah pokoknya.
Si bagas ini kalo diperhatikan anaknya sosial banget, mungkin lebih ke otak kiri. Extrovert banget, sanguinis dia anaknya, ambisiusnya tinggi. Positif thinkingnya jg tinggi. Tidak mudah menyerah, jelas memiliki tujuan hidup.
Tapi sekarang dia lagi kesusahan menghadapi persiapan untuk kuliah, sibuk bertanya, mendaftar kesana kemari ujian ini itu...  Mungkin ada faktor X diluar dirinya yang menghambat.
Tapi tidak apa-apa tidak keterima tahun ini bisa mencoba lagi tahun depan dengan persiapan yang lebih matang. Belajar itu bukan hanya disekolah/perguruan tinggi, belajar itu bisa dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja. Semangat Kawan, hidup masih panjang!!

Jadi kesimpulannya adalah tidak ada orang yang lebih baik dari pada yang lain dan tidak ada orang yang lebih buruk dari yang lain. setiap orang itu berbeda, setiap orang itu memiliki potensinya masing-masing, dan mereka akan unggul dalam bidangnya. sama seperti halnya lebih baik mana seorang dokter atau seorang ustad? itu pilihan...








Salam,
Pencari Tuhan 






Rabu, 20 Februari 2013

GILA

aku pikir...
               aku rasa gila
ingin rasanya kututup mata ini... telinga ini... dan pintu kamarku...
kumatikan lampu.. kupasang headphone-ku... dan aku terisolasi...

              aku rasa sungguh gila
aku jenuh... aku kesal... dan aku muak...
ingin rasanya kutinggalkan rutinitas yang menjemukan ini... 
suara-suara yang terus menuntutku...
dan alur hidup yang standar...

             sungguh.. aku benar-benar gila
aku ingin maju.. tapi kaki ini tak mau beranjak...
aku ingin keluar.. tapi pintu itu terkunci rapat...
aku ingin melihat cahaya... tapi lampunya padam...
dan aku hanya terpaku menyaksikan ketidakberdayaanku...



aku tertawa... tapi entah apa yang aku tertawakan...
aku mencari kesibukan baru dan baru lagi... tapi entah apa itu...
aku bercerita... tapi hanya cerita hampa...
lagi-lagi aku tertawa... dan aku semakin bingung...
kemudian aku  diam dan  kusut...

akankah aku bebas dari lingkaran yang membelenggu jalanku ini?
atau aku hanya berputar dan terus berputar di tempat yang sama tanpa tau arah?
siapa yang tau.... karna akupun tidak tau... 
mungkin hanya Tuhan yang  tau..jika Ia benar-benar ada?



Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 29 Januari 2013

Tentang Aku dan Adanya

ini yang pertama... tulisan pertamaku untukmu..
rasanya deg-degan, bingung, dan malu ketika aku mencoba menuliskan tulisan ini kata demi kata sehingga terangkai seperti isi hati ini. aku tulis beberapa kata, kemudian kuragu dan menghapusnya... ku ganti dengan kata lain yang kurasa lebih pas, ketika hampir sempurna aku menghapusnya lagi, karna ku malu...
entahlah.. aku bingung harus menuliskan apa dan mulai dari mana...

ini tentang aku...
aku tidak selalu ceria seperti yang kau lihat... di kelilingi banyak teman dan aktif di dunia kampus. aku lebih sering menghabiskan waktu seorang diri, aku senang di dalam kamar menghabiskan waktu bersama laptopku, aku senang jalan-jalan ke mall sendiri, aku senang menjelajah dunia luar sendiri. karna ketika aku sedang bersama orang lain aku bukanlah milikku seutuhnya, aku tidak bisa bebas memlih, selalu ada diskusi untuk mencari kesepakatan di dalamnya, dan pertimbangan ini itu untuk bisa sepikiran dengan mereka. tapi ketika aku sendiri, aku bisa melakukan apapun tanpa perduli orang lain.. aku bisa mendengarkan musik keras-keras, aku bisa menjelajah dengan angkot atau bus umum, aku bisa memperhatikan orang-orang yang lewat dan membaca tingkah mereka.

tidak.. bukan berarti aku tidak suka ketika aku berada bersama teman-temanku atau keluargaku.. ada bagian tersendiri yang tidak terisikan ketika aku sendiri... aku juga butuh mereka, aku perlu sharing dan belajar pengalaman baru dari mereka... aku juga perlu canda gurau dari mereka.. tertawa bersama dan menangis bersama.. berbagi perasaan dengan orang lain juga menyenangkan..

aku pemalu, aku malu ketika aku bertemu orang baru, aku takut ketika aku akan masuk ke dunia yang belum pernah aku jelajahi sebelumnya... selalu banyak pertimbangan apakah ini baik, apakah ini boleh? apakah aku salah langkah dan sebagainya. dan ketika aku sudah masuk aku akan pelajari kondisinya 3-5 kali pertemuan, dan ketika aku sudah mengerti alurnya dan aku suka aku akan bertahan dan membaur menjadi bagian itu, tapi ketika aku merasa tidak nyaman dan tertekan aku akan langsung mundur dan menghilang.

aku juga tidak sebaik dan sesolehah seperti baju ini. baju ini seperti mencerminkan anak baik, rajin solat, pintar mengaji, dan mematuhi semua aturan tuhan. aku tidak pintar mengaji seperti ibuku, dan aku juga tidak bergaul hanya dengan orang-orang yang berbaju sama... aku juga bergaul dengan mereka yang tidak berjilbab, aku bergaul dengan mereka yang berbeda keyakinan, aku bergaul dengan anak-anak, orang tua, bahkan orang jompo. ketika baju ini menghalangi dan mngkotak-kotakkan pergaulanku, maka akulah yang harus bergrak, membuka diri dan menunjukkan bahwa aku tidak sama seperti mereka yang mengotakkan diri karna baju ini. aku senang mendengarkan cerita mereka, mengenai diri mereka, pengalaman mereka tentang ini itu, tingkah mereka yang lucu.. semuanya menyenangkan. 

pada dasarnya aku tidak suka bicara banyak, aku lebih suka mendengarkan dan sedikit berkomentar di tengah-tengah cerita mereka. jika kau tanya mereka satu-satu mungkin mereka akan menjawab bahwa aku tidak banyak bicara, tapi ketika aku akan bercerita kepada mereka dan berbagi pengalaman aku akan berbicara banyak. kita gantian, dan membagi giliran masing-masing siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan. aku bukanlah penbicara yang dominan dimanapun. tapi bukan berarti aku pasif, aku akan berbicara jika itu perlu dan menarik menurutku.

aku juga bukan anak yang selalu penurut dan mengikuti aturan, terkadang melanggar aturan itu menyenangkan, ada perasaan takut, bersalah, dan panik.. tapi ketika berhasil melanggarnya ada perasaan puas tersendiri. hanya sesekali, tidak sering karna kalau keseringan tidak asik lagi.

aku juga suka seenaknya, terkadang keras kepala, bisa marah juga dan menagis.. tapi tidak sering. ketika aku tidak suka aku akan bilang langsung, mungkin pada awalnya ada sedikit toleransi 1-2 kali, tapi tidak ada yang ke 3, karna yang ke 3 itu jika masih ada toleransi berarti aku bodoh karna mau diperlakukan yang membuat hati ini tersiksa dan tertahan tidak lepas, yang membuat hati ini sakit dan terus di sakitin.. mau sampaikapan di begitukan? jadi kuputuskan untuk mengatakannya langsung atau langsung menjauihinya. 

ini lah aku yang tidak sempurna dan yang belum semua kuceritakan... hanya sedikit bagian saja, tapi sudah cukup untuk mengerti aku. bertanyalah dan aku akan jawab, ungkapkanlah dan aku akan tanggapi, ajaklah aku dan aku akan berusaha untuk datang. ini tentangku dan apa adanya aku. 



Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 13 April 2012

Aku Vs Mak (EDISI SKRIPSI) - SEMINAR (Part1)

suatu hari di taman belakang, aq habis pulang dari rumah dosen di kelapa...
aq       : maaaaak aq mw upe minggu depan!!! *bahagia tingkat tinggi
mak    : apa tuh upe?
aq       : seminar maaak... * tambah bahagia dan bangga penuh semangat KEMERDEKAAN
mak    : seminar-seminar aja.. skripsi beresin!! kapan LULUS?? udah laa.. bikin-bikin acara,organisasi yang gitu-gitu STOP dulu... lalala lalala....... (*ngoceh MODE ON)......KEWAJIBAN UTAMA DULU BERESIN!!! *nada suara mulai meninggi
aq       :............... *diam tak berkutik
mak    : kuliah GAMPANG GITU AJA (jurusan sosial maksudnya) lama banget, mba inggi aja yang susah (tekhnik) bisa cepat selesainya....lalalala lalalala.... (*mulai ngebandingin sama sodara-sodara)....kurang keras usahanya, males-malesan kamu tu.. nonton film aja terus..!!!
aq       : .......... *manggut2.. cengar-cengir tanpa suara


15 menit kemudian......
mak    : ..........* tarik nafas, istirahat bentar 
aq       : ini kan udah di kerjain mak, tiap hari jg ke kampus sampe dosen2 pada hapal...udah setengah jalan   skripsinya...AQ MW SEMINAR SKRIPSI MAK!!!
mak    : ooo.. bilang kek dari tadi.. itu buat skripsi... *suara mulai normal kembali
aq       : *GUBRAK!!   

NB: True Story: 3 minggu yang lalu setelah acc UP... di taman belakang..






Salam,
Pencari Tuhan

Rabu, 04 April 2012

Menangis itu...

aku tau belakangan ini aku sedang banyak cobaan...
aku sadar bahwa ini bukanlah masalah biasa...
dan aku merasakan tekanan yang sangat dahsyat...

tidak mengapa jika itu orang lain yang timbulkan...
tidak mengapa jika itu arus hidup yang mau tidak mau harus kulalui...
bahkan jika itu karna keputusanku yang mengakibatkan petaka...
tidak papa.. aku yakin bisa melalui itu..
akupun juga merasakan beratnya beban ini...
betapa tertekannya aku...
aku bingung.. aku kacau...
tapi pada akhirnya selalu ada cara untuk menyelesaikannya..

ketika kita di landa petaka seperti itu..
cobaan yang akan menentukan kedewasaan kita..
menentukan kebijaksanaan kita..
dan keputusan kita pada akhir yang membawa masa depan kelak

alangkah baiknya jika dalam keadaan tertekan dan kacau seperti itu ada dukungan dari teman-teman
alangkah lebih sempurna jika dukungan itu ditambah dengan keluarga..
bagaimanapun keluarga adalah harapan utama..
orang tua lah yang berperan mendukung keputusan anaknya apapun itu pada akhirnya..

namun apa jadinya ketika ke dua tumpuan kehidupan itu berbalik menyerang kita atas timbulnya petaka tersebut?
ketika masalah telah memuncak dan membuat frustasi... ketika tekanan hidup melemahkan semangat juang kita..
namun mereka yang seharusnya paling mengerti kita malah menyalahkan kita.. membuat kita semakin terpuruk...
bukan dukungan yang diterima.. bukan kasih sayang lembut yang diperlihatkan..
tapi justru tuntutan baru yang semakin memberatkan hidup... kemarahan setiap kali berjumpa...

ketika aku melihat beberapa orang yang mengalami cobaan yang hampir sama beratnya denganku..
sebagian mereka meratapi nasibnya, mengurung diri, menyerah, dan kehilangan semangat hidup..
sebagian lagi mencari dukungan ke pihak lain.. melupakan masalah dengan mengalihkan ke hal lain..

aku tau pasti selalu ada tangisan di setiap beban berat...dan aku tau dengan menangis perasaan menjadi lebih  ringan...
tapi apakah dengan mengis masalah akan beres?

teringat sebuah nasehat sewaktu aku kecil.."ketika sedang ada masalah, tidak ada gunanya menangis, dengan menagis masalah tetap akan ada dan tidak terselesaikan.. jadi ketika masalah itu datang, hadapi dan selesaikan. setelah masalah itu beres silahkan jika ingin menangis bahkan berteriak."

nasehat itu selalu terngiang hingga kini.. ketika masalah itu datang..aku yakin ada saatnya aku terpuruk dan meratapi nasib..tapi aku tidak menangis.. ada saatnya aku tidak bersemangat dan tidak tau apa yang harus kulakukan... tapi aku tidak menyerah.. aku tidak menangis..

aku pikir..
menangis itu artinya tidak berdaya.. pasrah dengan keadaan.. bahkan langkah awal untuk menyerah
menangis itu artinya ketidak mampuan menghadapinya
menangis itu artinya ketidak sanggupan untuk mengusahakan sesuatu dari diri sendiri

sebagai contoh, ketika seorang bayi menangis banyak alasanan yang melandasinya, mungkin karena lapar, karena ngantuk, atau merasa bosan.. artinya ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, ia butuh bantuan/perhatian orang lain di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya.
ketika seorang anak kecil menangis ketika mainannya direbut, atau ketika keinginannya tidak ia dapatkan, itu artinya dia tidak berdaya.. ia tidak sanggup membela dirinya atau haknya, ia tidak mampu memenuhi semua keinginannya sendiri. ia membutuhak orang lain untuk membantunya membela diri.. membutuhkan orang lain untuk memenuhi keinginannya.
ketika seorang remaja putus cinta, atau patah hati.. kemungkinan besar ia akan menangis juga.. atau ketika berkelahi dengan sahabatnya atau di khianati temannya, artinya ia tidak mampu mengendalikan perasaannya, tidak mampu membuat orang yg bersangkutan menerima dirinya apa adanya, tidak mampu mengendalikan orang2 itu sesuai harapannya. ia menyerah pada keadaan saat itu..ia pasrah dan tidak tau harus berbuat apa..kemudian ia melampiaskan kekecewaan, kekacauan perasaannya dengan menangis.
ketika saudara atau kerabat atau orang yang terkasih meninggal dunia, aku yakin tidak ada seorangpun yang tidak menangis.. dalam kondisi ini menangis adalah pelampiasan kesedihan dan kepsrahan.. ia menangis karena tidak berdaya dengan kondisi itu, ia tidak mampu menghidupkan kembali yang telah mati, iya tidak sanggup di tinggalkan untuk selama-lamanya, ia tidak tau harus bagaimana hidup tanpa orang terkasih tersebut.
kemudian permasalah yang baru dan semakin beratpun akan terus datang seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan hidup. itulah proses hidup yang mau tidak mau harus dilalui..

akupun dulu juga mengalami hal itu..aku jg menangis.. namun sejak tersampaikannya nasehat itu pada ku, perlahan-lahan aku bertahan dan tidak menangis..selalu berusaha untuk tidak menangis..walaupun pada akhirnya ketika benar2 tak terhankan akan menagis juga.
akupun  akan menangis jika kehilangan orang tercinta..

ketika perasaan dan hasrat untuk menangis itu terus di latih..dan seiring dengan berlalunya waktu dan kematangan hidup..semakin jarang menghadapi masalah dengan kesedihan. bisa di hitung dalam 1 tahun berapa kali menangis dan karena apa..akan tertanam dibenak ini bahwa ketika itu aku benar2 tidak berdaya.

aku marah, aku kesal, aku diam, dan aku tertekan... kemudian aku sakit..
maaf kawan aku tidak menangis sebagaimana seharusnya..
maaf juga aku tidak berwajah murung sebagaimana mestinya..
maaf kalau aku memasang topeng tersenyum di wajah ini seolah2 tiada beban sulit

maaf pak.. mah.. aku hanya diam dan mendengarkan saja
maaf pak.. mah.. aku tidak menghiraukan ceramahmu dan hanya berkata iya dan iya saja
maaf pak.. mah.. aku hanya tersenyum saja menghadapi muka masammu

yayaya... aku tau
yayaya... aku dengarkan
yayaya.. akan ku coba
yayaya..baiklah
yayaya..akanku pertimbangkan
yayaya... apapun/siapapun boleh


kemudian selesai.. itulah jawaban dan tanggapanku ketika omelan dan ceramah panjang silih berganti mengalir ketelingaku...dan ketika aku mengatakan itu, ceramah dan omelan itupun berhenti seketika.. dan selesai.. aku pergi..


Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 23 Maret 2012

1 orang saja

aku benar-benar muak sama kondisi rumah ini
1 orang yg sangat berkuasa, bahkan pemimpin yg sebenarnyapun tidak berdaya.
1 orang yang selalu menganggap dirinya yang paling benar
1 orang yang selalu melihat hasil dari pada proses
1 orang yang selalu menuntut kesempurnaan
1 orang yang selalu menganggap rendah orang lain
1 orang yang selalu menganggap orang lain tidak bisa apa-apa tanpa dirinya
1 orang yang selalu mengagung-agungkan dirinya
1 orang yang selalu harus menjadi pusat perhatian
1 orang yang selalu harus terlihat segalanya sempurna

aku hidup bersama 5 orang lainnya dibawah asuhannya
1, 2, 3, mereka berhasil membuat dia puas
mereka menunjukkan prestasi yang mengagumkan
dan ia pun bangga akan dirinya, ia selalu menganggap semua prestasi itu berkat bantuannya
namun ketika yang ke 4 tak mampu mengimbangi tuntutannya ia menyerah dan gagal
ia marah, ia kecewa dan menyalahkan si ke 4 ini.
dia tidak melihat 1,2,3,4 berjuang sangat keras, menekan kesenagnan diri, memnuhi setiap tuntutannya dengan  mengorbankan diri, tenaga, dan pikiran.
dia hanya tau hasil yang bagus dan hasil yang buruk.
ketika hasil yang bagus ia peroleh ia akan sangat bangga pada dirinya, mencari-cari alasan kesuksesan itu bersumber darinya.
namun, ketka tuntutan itu gagal, ia tidak terima, ia menyalahkan orang tsb, ia murka, dan kembali menuntut lebih berat lagi tanpa peduli perasaan orang itu.
ia hanya tau kata sukses.. tapi tanpa proses. ia tidak peduli seberapa sulit proses yg telah dilalui, yang penting hasilnya bagus.

terkadang bahkan ketika hasil baguspun tercapai namun melewati batas targetnya ia pun tak terima, ia cari alasan untuk menyalahkan orang itu dan mencari alasan yang membuat dirinya penting. ia branggapan kalau bukan karena dirinya maka orang itu tidak bisa meraih kesuksesan.

sudah sejak aku menginjakkan kai pertama kali di rumah ini, aku telah bertekat suatu saat nanti ketika aku sudah mampu memenuhi kebutuhan pokokku sendiri, aku akan meninggalkan rumah ini.. rumah megah penuh penderitaan batin..



Salam, 
Pencari Tuhan

Selasa, 20 Maret 2012

Pesan 10 Tahun Lagi...

Tanyakan ini pada dirimu 10 tahun lagi...
dimulai dari sekarang, artinya 10 tahun lagi aku berusia 33 tahun...
tanyakan ini...tanpa melihat status sosialmu..
tanpa melihat apa pekerjaanmu...
atau dengan siapa kamu menikah...
apa latar belakang pendidikanmu...
atau apa agamamu...

tanpa melihat itu semua... tanyakan ini pada dirimu 10 tahun lagi..
BERSIAPLAH!!!
berdirilah disebuah cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhmu dari kepala hingga kaki...
tanyakan ini pada dirimu...

"SIAPA AKU?"


Inspired by japan film: Taiyo to Umi no Kyoshitsu (2008)


Salam,
Pencari Tuhan

Kamis, 08 Maret 2012

ini ke dua kalinya

ini kedua kalinya aku diperlakukan seperti ini...
aku dimarahin.. aku di galakin... aku di musuhin.. kemudian aku di diamkan...

kejadian pertama waktu aku SMP kelas 3, sekitar umur 15 tahun...
sejak aku mulai mengenal sekolah, aku selalu di antar jemput sama beliau
selalu di turunkan di spot yang sama dan naik di spot yang sama juga...
suatu ketika aku melanggar aturan itu, hanya bergeser 5 atau 6 meter dari spot biasanya dengan alasan aku masih ingin bermain bersama temanku di detik-detik terakhir kepulanganku hari itu.
begitu aku melihat mobil itu datang menuju kepadaku dari arah yang tidak biasa dilewati sebelumnya.. aku sadar pasti beliau telah memutari sekitar sekolahan untuk mencariku. aku sadar dan merasa bersalah.
setelah kaki ini berada di atas mobil, tak terdengar sepatah katapun dari bibirnya.. tak terlihat wajah ramah seerti biasanya walaupun tanpa senyuman... aku tau beliau marah.
dalam keadaan canggung tersebut kuberanikan diri untuk memulai percakapan sederhana yang tak berarti... teringat sebuah topik "susu di kulkas sudah habis"... lalu kuberanikan diri membuka mulut dan berkata "susu di kulkas udah habis mah".  kemudian beliau beraksi mulai memandangku dengna galak, dan berkata "TERUS???". aku kaget mendengar jawaban itu, ditambah dengan nada suara yang datar dan dingin.
aku hanya bisa diam saja sambil menunduk takut. kemudia beliau melanjutkan kata-katanya lagi "MAU BELI SUSU???". Aku takut sekali, tidak pernah sekalipun beliau marah seperti itu..biasanya beliau marah dengan nada tinggi dan omongan yang panjang tanpa henti..selalu mengulang topik yang sama bahkan berputar ke masa lalu, terkadang di selingi cubitan nyeri di paha, betis atau tangan... tapi kemarahan kali ini jauh lebih menakutkan dari biasanya...
kembali aku mengingat kesalahan besar apa yang telah kulakukan... aku berpikir keras kesalahan apa yang telah kulakukan barusan, tadi pagi, atau kemarin...rasanya tidak ada.. sampai tadi pagi semuanya masih baik-baik saja... kemudia aku teringat kesalahan kecil barusan..apakah mungkin karena aku berpindah spot menunggu yang tidak seperti biasanya dan membuatnya mencariku???
kuputuskan itu masalahnya... seharian itu aku di diamkan.. aku di tatap dengan wajah galak... dan aku tidak tau harus berbuat apa. 
malam itu aku merenung...aku bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan ini... aku berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi... karna aku tau rasanya sangat menakutkan... aku lebih memilih di marahi dan di ceramahi dengan nada tinggi dan sesekali di selingi cubitan nyeri. tidak ada orang di dunia ini senang di diamkan dan dicuekkan... orang akan stress bahkan gila ketika tidak dihiraukan seseorang.terutama orang yang dikasihininya, yang menjadi pegangan hidupnya.



kini kejadian itu berulang. saat aku berusia 23 tahun...
awalnya hanya marah-marah dan diceramahi.. tidak ada lagi hukuman fisik sejak SMA. saat itu sedang di teman belakang dengan kegiatan konveksinya. aku hanya bisa tertunduk dan mendengarkan ceramahnya yang menyakitkan... setelah puas menguliahiku 5-10 menit... kemudian di mengusirku... padahal saat itu aku sedang butuh penghiburan dan dorongan semangat darinya. kesalahanku hanya karena aku menolak permintaan kecilnya. 
setelah mengusirku, aku kaget mendengarnya mengusirku...aku terdiam sejenak.. kemudian aku beranjak masuk kedalam rumah dan hendak pergi menuntaskan kewajibanku. tiba2 terdengar suara samar adzan dzuhur.. aku bergegeas mengambil wudlu dan melaksanakan kewajibanku kepada Tuhan. setelah itu aku mondar-mandir ke atas kemudian ke bawah dan ke atas lagi lalu kebawah... berpikir untuk kabur dari rumah.. ke jati nangor saja menginap di kawan 1 sanpai 2 hari... kusiapkan beberapa perlengkapan menginap dan kujejalkan ke dalam tas yg hampir penuh itu. 
selesai memakai sepatu. aku berpikir sejenak... apa yg harus ku lakukan sekarang.. apa mau menjadi anak durhaka seperti ceramahnya barusan... kemudian kuberanikan diri ke kamarnya sembari mengetuk pintu dan membukanya. kudapati wajah memberungutnya... dengan muka kusam dan lelah dia berbicara galak kepadaku "mau apa???"  dengan ketakutan yang berusaha kututupi dengna sifat kekanakanku aku menjawab pelan "salam mak" dan kulanjutkan lagi kata2ku setelah mencium tangannya "maaf mak" dan di balas dengan dengan "jangan di ulangi lagi ya"kemudian aku memeluknya dan di sambut dengan ciuman pipi kanan kiri darinya. tapi dengan wajah tetap menekuk.

hari ini usai bimbingan selama kurang lebih 1 jam..aku putuskan langsung menyelesaikan hasil bimbingan tersebut. dan tak terasa sore telah tiba..ketika kuputuskan untuk pulang hujanpun mampir.. kemudian ketika hujan agak mereda ku matikan laptop ku dan ku packing ke dalam ranselku. kemudian aku bergegas pergi.
tak kusadari ada sms dari beliau sebelumnya ketika aku telah sampai di depan rumah dan hendak masuk ke dalam kudengar handphoneku berdering. kemudian aku tau itu pasti darinya. aku yakin ada perasaan cemas karena ketidak pulanganku hingga gelap menjemput. tapi tak kuhiraukan deringan itu karena aku tau aku sudah berada di rumah dan akan kutemui langsung beliau.

setelah membuka sepatu, kekutuk kamarnya dan kubuka pintunya.. aku masuk dan kulihan ia berbaring dengan wajah kelelahan dan mata merah. masih dengan raut wajah galak menatapku. ku dekati beliau dan ku cium tangannya. dengan perkataan datar ia menanyaiku dari mana dan habi ngapain. kujawab pertanyaannya dengan jujur sesuai dengan apa yg telah ku lakukan.

ingin ku lihat reaksinya..ku ambil sebiah majalah sulam di kamar itu dan ku buka-buka halamannya sedikit.. lalu ku tanya "bisa sulam mak?" tak berani ku palingkan wajah ini melihatnya. diapun lekas menjawab dengan suara datar "mamah malas ngomong".  oke, aku tau beliau kelelahan mungkin habis nangis karena wajahnya berminyak dan matanya terlihat merah dan sedikit berair. kuputuskan untuk meninggalkan kamar itu  dan tersenyum kaku kepadanya sejenak lalu keluar.

perasaanku saat ini tetap tak karuan..tapi tidak setertekan dan semenakutkan peristiwa dulu.. mungkin karena ini yang ke dua kaliny, aku tidak terlalu syok mengingat yang pertama jauh lebih mengerikan.. karena masih ada komunikasi yang terucap saat ini. dan aku bersyukur aku langsung meminta maafnya saat itu juga, aku merasa aku lebih tenang menghadapi peristiwa ini di bandingkan dulu dan aku tau apa yang harus ku lakukan dengan berbagai pertimbangan yang tidak pasti. dan semoga besok menjadi lebih baik... amin..

(7 maret 2012)

Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 14 Februari 2012

7 Kalimat yang Tidak Boleh Didengar Anak

Berbagai masalah rumah tangga, pekerjaan, sampai kenakalan anak tak jarang membuat Anda lepas kontrol dan marah. Bahkan tak jarang, anak-anak menjadi sasaran kemarahan Anda, entah melalui sikap ataupun kata-kata kasar yang keluar dari mulut Anda. Hati-hati bila Anda sering kelepasan bicara seperti ini.
"Kata-kata bisa menjadi sumber inspirasi, tetapi juga bisa melukai perasaan," ungkap Chick Moorman, penulis bukuParent Talk dan Spirit Whisperers.

Meskipun anak Anda menimbulkan banyak masalah, sebagai orangtua tak sepatutnya Anda melontarkan kata-kata yang menyakitkan bagi anak. Efek dari ucapan kasar tersebut sering kali lebih merugikan daripada yang Anda bayangkan. Contohnya seperti ini:

"Kalau nakal, Ibu akan meninggalkanmu di sini." Anda mengancam dan menakuti anak-anak dengan harapan agar mereka patuh pada perintah Anda. Perlu Anda ketahui, ketakutan terbesar anak-anak kecil adalah tersesat sendirian dan merasa tidak aman. Oleh karena itu, tindakan Anda meninggalkannya sendirian akan menimbulkan trauma bagi dirinya.
Alih-alih mengancam dan menakuti anak, lebih baik katakan keinginan Anda dengan baik. Misalnya ketika anak merengek minta mainan, katakan saja padanya, "Arka, kalau kamu terus merengek seperti itu, kita akan pulang sekarang. Tapi kalau kamu tidak nakal, kita akan tetap di toko ini dan memilih belanjaan bersama."
Alternatif lainnya adalah dengan beristirahat sejenak. Kenakalan anak dan kemarahan Anda mungkin saja merupakan tanda bahwa Anda atau anak butuh istirahat.

"Kamu seharusnya malu." Banyak orangtua yang beranggapan bahwa dengan mengungkapkan hal tersebut, anak akan malu dan akan mengubah sikapnya sesuai dengan yang mereka inginkan. Namun, anak kecil belum dapat memahami rasa malu yang terjadi akibat kesalahan yang diperbuatnya. Oleh karena itu, hal ini belum tentu langsung berhasil. Jika terlalu sering mengatakan hal ini, maka mereka hanya akan berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukannya selalu salah.

"Seandainya kamu tidak pernah ada." Kalimat ini punya makna: "Ayah dan ibu tidak pernah menginginkanmu." Karenanya, kalimat ini tidak sepantasnya diucapkan oleh orangtua. Kalimat ini akan sangat menyakitkan, baik bagi si anak maupun orang lain yang mendengarnya. Terlepas dari kenakalan yang telah dilakukan anak, ia hadir karena kehendak Anda dan suami. Maka, bersikaplah sebagai orangtua yang bertanggung jawab dengan mengasuh dan mendidik anak dengan baik, bukannya menyalahkannya karena lahir di dunia.

"Kamu yang membuat Ibu bercerai." Tidak ada anak yang menjadi penyebab orangtuanya bercerai. Ketika kalimat ini diucapkan, maka secara tak langsung Anda membuat anak-anak menanggung beban emosional seumur hidupnya. Bahkan ketika Anda menjelaskan dengan penuh kehati-hatian tentang perceraian, anak-anak akan merasa sangat bertanggung jawab atas keputusan Anda untuk bercerai. Anak akan beranggapan bahwa jika dia bersikap lebih baik, maka Anda tidak akan bercerai. Meski tak terucapkan oleh anak, masalah ini sering jadi masalah yang serius.

"Kenapa kamu tidak seperti saudaramu yang lain?" Dengan mengatakan hal ini, maka secara tidak langsung Anda membandingkan anak-anak dengan saudaranya yang lain bahwa anak tidak cukup pintar, cukup baik, ataupun cepat belajar dibanding saudaranya. Pembanding ini juga akan meningkatkan persaingan antarsaudara meningkat, yang kelak akan merusak hubungan persaudaraan dan mengembangkan keterpisahan. Terima setiap anak dalam keluarga Anda karena mereka memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Bantu anak untuk melihat keistimewaan mereka dengan berfokus pada masing-masing individu tanpa menggunakan perbandingan.

"Biar Ibu yang menyelesaikan."
 Mungkin, maksud hati ingin membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah yang sulit dikerjakan. Namun, jika terlalu sering melakukan hal ini, maka Anda telah mengambil alih pekerjaan anak yang seharusnya bisa dikerjakannya sendiri. Hal ini justru malah akan melemahkannya. Mengambil alih pekerjaan anak mungkin bisa menghemat waktu Anda di masa sekarang, tetapi Anda meninggalkan beban di masa depan karena anak jadi tak terbiasa mandiri.

"Ibu bilang begitu, ikuti saja." Kalimat ini memang terdengar seperti perintah keras bagi anak. Namun, arti yang terdalam dari kalimat ini adalah, "Saya orang dewasa, dan kamu anak-anak", atau "Saya pintar, dan kamu bodoh", atau "Saya berkuasa, dan kamu tidak", atau "Saya yang mengatur, dan kamu yang harus mengerjakan." Penegasan ini akan menciptakan jurang yang lebar antara Anda dan anak.

Gaya bicara seperti ini menimbulkan rasa kesal pada anak, bahkan mungkin rasa benci dan persaingan untuk berebut kekuasaan dalam rumah. Cobalah untuk menggunakan bahasa yang lebih baik untuk mengungkapkan ketidaksetujuan anak sehingga mereka lebih menghormati dan mengerti apa yang Anda rasakan.





Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 24 Januari 2012

1 Tahun Yang Lalu, Sobat...

Hai sobat..
ternyata 1 tahun telah berlalu tanpamu...
ternyata waktu itu begitu cepat berlalu...
rasanya baru beberapa bulan lalu kau masih bersamaku...
rasanya baru kemarin kau pergi ke dunia itu...

ternyata tanggal 24 di bulan januari ini kembali mengingatkanku bahwa 1 tahun lalu kau pergi meninggalkan dunia fana ini...

hai sobat...
tidak lama perjumpaan kita 1 tahun lalu..
tak pernah terfikirkan akan begitu cepat ditinggalkan olehmu...
dan tak pernah terbayangkan hidup tanpa keceriaanmu..
dan ternyata 1 tahun telah berlalu..

hai sobat..
1 tahun sekarang..ternyata aku bisa melewatinya
1 tahun sekarang...tak pernah putus doa ini untukmu
1 tahun sekarang...aku selalu merindukanmu
1 tahun sekarang...terasa berbeda tanpamu

hai sobat...
bagiku kau adalah teman yg baik
adik yang manis dan pemalu
saudara yang mengajarkan arti hidup
manusia yang memberikan inspirasi
bagiku kau sangat berarti...

hai sobat...
terimakasih telah banyak mengajarkanku makna hidup...
terimakasih telah precaya padaku..
sebuah keberuntungan bisa mengenalmu...

(Utami Ramadhanti in memorial)

Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 20 Januari 2012

List Variety/Reality Show Korea yang Aku Punya ^^!

1 Night 2 Days

2PM Show (Moon Brother)

A Beautiful Day (Moon Family) [end]

Animal Prodigy Show
Big Bang Documentary [end]
Birth Of A Family

Dream High Concert [end]

Family Outing Saeson 1 [end]

Family Outing Season 2 
Good Daddy [end]


Haha Mong Show

Hello Baby Season 1 SNSD [end]

Hello Baby Season 2 SHINEE [end]

Hello Baby Season 3 T-Ara [end]

Hello Baby Season 4 Sistar [end]

Hello Baby Season 5 MBLAQ

Happy Together

Hoot Blood Men (2PM & 2AM) [end]
Invincible Youth Season 1 [end]
Invincible Youth Season 2
I Have An Uncle
Idol Army Season 1 Super Junior [end]
Idol Army Season 2 FT Island
Idol Army Season 3 2PM [end]

Idol Army Season 4 KARA

Idol Army Season 5 MBLAQ [end]
Idol Star Athletics Competition [end]

KARA Zoo Zoo Club [end]

Let's Go Dream Team Season 2

Oh My School [end]
Reality Show Kko Tour (Shinee) [end]
Running Man

SNSD & Dangerous Boys

SS501 Idol World Summer Adventure [end]
SS501 Big Mama [end]
Star Golden Bell

Super Junior Adonis Camp [end]

Super Junior Full House [end]

Super Junior Animal Farm [end]

Super Junior Exploration Of The Human Body [end]

Super Junior Idol World [end]

Super Junior Unbelieveble Outing Season 3 [end]

U-Kiss Vampire [end]

We Got Married Season 1 [end]

We Got Married WooJong Couple
We Got Married Goguma Couple [end]
We Got Married KhunToria Couple
We Got Married Teukkie-Sora Couple
Win-Win

X-Man



NB: Untuk saat ini segeni dulu..kalau ada yang baru tinggal di edit lagi..bubbye v^o^v


Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 23 Desember 2011

True or Fals?

ada keminderan bergaul bersama kalian
tapi ada kebahagiaan tersendiri bisa masuk dan di terima ke dalam golongan kalian
walaupun begitu kurasakan ketidak adilan di dalamnya
mengapa kalian hanyamelihat dan mengakui status seseorang berdasarkan tingkat pemahamannya terhadap Tuhan?
kenapa menilai orang taat dan tidak berdasarkan pakaian dan sifatnya?
bukankah orang yang semakin berilmu seharusnya membantu mereka yang tidak paham? mengantarkan mereka menuju pemahaman ajaran Tuhan?
bukankah begitu seharusnya?
tapi mengapa kenyataannya tidak seperti itu?
kalian terkesan sangat jelas menolak kepada mereka yang berbeda, merendahkan, dan memberi julukan "awam" ..sadarkah kalian pemikiran yang seperti itu sangat rendah?
kalian sungguh penuh dengan kesombongan dan keangkuhan di balik jubah syar'i itu, dibalik senyum manis yang palsu..di balik perilaku baik yang seolah-terbuka namun di berbeda dengan perasaan.
apakah Tuhan mengajarkan seperti itu dalam kitabnya?

sungguh aku tidak mengerti akan jalan pikiran itu? namun tidak pernah aku membenci kalian..aku tidak punya hak menghakimi siapapun..karna ada alasan di balik setiap perbuatan.
namun, aku bersyukur dan berterima kasih karena dengan bersama kalian aku bisa lebih memahami Tuhan dan ajarannya.

Salam,
Pencari Tuhan

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hidupku Bagaikan Labirin


sekali lagi hati ini kecewa..
sekali lagi hati ini tersakiti...
ku pikir aku sekarang sudah jauh berubah lebih banyak
kupikir aku yang sekarang sudah menjadi jauh lebih baik
ku pikir usahaku dan pengorbananku sudah membuahkan hasil
tapi ternyata salah
ternyata semuanya sia-sia

hari ini aku baru menyadarinya...
betapa hidupku selama ini selalu berputar-putar di tempat yang sama
ketika aku akan memulai 1 langkah menjadi lebih baik dengan penuh semangat dan harapan besar
kau datang dan meremehkanku
kau tidak mempedulikanku
bahkan kau memarahiku
setiap kali ada semangat baru yang menggebu-gebu kau kembali meredupkannya
kini kusadari selama ini kebabasan hidupku penuh akan tekanan batin darimu


kini aku berusaha melawan tekananmu padaku
ketika kuberi penjelasan dengan lembut kau bilang aku menuntutmu
ketika aku marah dan merajuk kau bilang aku egois dan belum dewasa
ketika aku mengutarakan isi hatiku kau bilang aku tidak mengerti

beberapa tahun yang lalu hampir saja aku berhasil meraih puncak kehidupanku ketika aku tidak bersamamu
beberapa tahun lalu aku berjuang keras seorang diri bangkit dan berdiri dengan kedua kaki ini tampa persetujuan dan izinmu
beberapa tahun lalu satu persatu kuraih kesuksesahan hidupku
tapi ketika ku tak berdaya dan harus kembali kesisimu
kupikir kau sudah berubah... kupikir kau mau menerimaku apa adanya dan mendengarkan keluh kesahku

ternyata sekali lagi kau menekanku
detik-detik keberhasilanku menuju hidup yang lebih baik kembali kau jatuhkan
kembali kau padamkan seolah apa yang telah kulakukan adalah sia-sia
kau bilang aku menjadi lebih baik
kau bilang aku menjadi lebih dewasa
kau bilang aku menjadi lebih pintar dan pengertian
kau bangga padaku
tapi sampai sekarangpun tak pernah kau hargai keputusanku
tak pernah kau dukung keputusanku
selalu harus aku yang mengalah
selalu harus aku yang mengikuti kemauanmu
selalu harus aku yang bersabar

sekali lagi dan akan kutanya berulang kali padamu...
tidak bisakah aku memilih jalan hidupku sendiri ibu?


(Sabtu, 13 Agustus 2011 pkl.19.20 Wib-kelelahan yang disambut dengan tekanan)


Salam,
Pencari Tuhan