Tampilkan postingan dengan label Kuliah Kesejahteraan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Kesejahteraan Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Masalah Sosial: Pengangguran

1.PENGERTIAN
- Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekalisedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
- Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.


2. FAKTOR PENYEBAB PENGANGGURAN
- Lapangan kerja kurang memadai untuk penyerapan tenaga kerja terdidik setiap tahunnya.
- Tenaga kerja terdidik kurang kualifikasi untuk dapat masuk ke suatu peusahaan, karena selain membutuhkan hard skills, perusahaan jua membutuhkan tenanga kerja yang memiliki soft skill yang baik.
- Terjadinya missmatch pendidikan. Yaitu pengambilan lahan oekerjaan oleh pekerja lain yang bidang pekerjaannya tidak berkaitan dengan gelar sarjananya.
- Tidak memiliki jiwa kewirausahaan.
Pendidikan bukanlah salah satu cara untuk mendapatkan pekerjaan. Faktor lainnya adalah kemauan keras untuk berubah dan maju, usaha yang sungguh-sungguh, dan daya kreativitas yang tinggi untuk menciptakan suatu usaha.


3. DAMPAK PENGANGGURAN TERDIDIK
- Timbulnya masalah sosial akibat pengangguran
- Pemborosan sumber daya pendidikan
- Menurunnya penghargaan dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan.


4. SOLUSI
a. Kebijakan Makro
Berkaitan erat dengan pengangguran, antara lain kebijakan makro ekonomi seperti:  
- Moneter berupa uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank  Sentral)
- fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet, hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya.
b. Kebijakan Mikro
- Pengembangan mindset dan wawasan penganggur
- Segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi.
- Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.
- Segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik.
- Mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya.
Mengembangkan suatu lembaga antar kerja secara profesional.
- Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri
- Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).
- Upayakan untuk mencegah Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
- Segera mengembangkan potensi kelautan kita.
(Kemiskinan dan Kelaparan)


Salam,
Pencari Tuhan

Senin, 25 April 2011

Judul Skripsi:Efektifitas Penggunaan Teknik Parenting Dalam Menangani Perilaku Buruk Anak Oleh Lembaga RuMAH PARENTING

NAMA            : Anisa Mardatillah
NPM               : 170310070022

A.    Issue Penelitian
Perilaku buruk anak

B.     Rencana Judul
Efektifitas Penggunaan Teknik Parenting Dalam Menangani Perilaku Buruk Anak Oleh Lembaga RuMAH PARENTING

C.    Dasar Pemikiran
Anak adalah titipan Tuhan, maka sudah menjadi kewajiban setiap orang tua menjaga dan memberikan yang terbaik  untuk anak. Anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan pola pengasuhan keluarga dan kondisi lingkungan masyarakatnya.
Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi sorang yahudi, seorang nasrani, ataupun seorang majusi” (HR Muslim)
Anak baik adalah akibat dari pola pengasuhan yang tepat, maka di perlukanlah metode parenting untuk mendidik anak menjadi berperilaku baik. Namun pada kenyataannya tidak ada sekolah orang tua untuk menjadi orang tua yang baik dan itu tidaklah mudah.orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak hanya dapat membesarkan dan menyekolahkan hingga anak menjadi cerdas dan berprestasi dalam bidang akademis, tetapi juga yang dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak yang cerdas, baik secara sosial, emocional, maupun spriritual.
Dalam tradisi pengasuhan anak di indonesia, pola pengasuhan anak biasanya didapat para orang tua dari tradisi turun temurun, padahal belum tentu pola tersebut benar dan tepat untuk anak yang tumbuh dan berkembang di zaman yang berbeda.
Setiap anak-anak akan mengalami proses belajar, perlu disadari bahwa anak dilahirkan tidak semuanya dikaruniai dengan perilaku baik dan terpuji sebagaimana yang para orang tua harapkan. Mereka juga tidak lahir dengan pemahaman tentang perilaku-perilaku buruk yang harus mereka hindari. Oleh karena itu, sebagai orangtualah yang berkewajiban untuk membimbing anak-anaknya agar menjadi anak yang baik dan siap menghadapi tantangan hidup di masa depan dengan matang.
Untuk menghadapi tantangan para orang tua itulah maka dibuatlah sebuah teknik parenting dimana bertujuan untuk menjadi panduan dan pengarahan para orang tua dalam hal pengasuhan yang baik dan tepat untuk anak. Konsep pengasuhan (Parenting) mencakup beberapa pengertian pokok, yaitu:
-          Pengasuhan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, baik secara fisik, mental maupun social.
-          Pengasuhan merupakan sebuah proses interaksi yang terus menerus antara orang tua dengan anak.
-          Pengasuhan adalah sebuah proses sosialisasi.
-          Sebagai sebuah proses interaksi dan sosialisasi proses pengasuhan tidak bisa dilepaskan dari sosial budaya dimana anak dibesarkan.
Menurut Dr. Baumrind, University of California, Berkeley, ada empat model pengasuhan atau parenting. yaitu sebagai berikut :
1.      Authotarian Parenting yakni gaya asuh yang bersifat membatasi, menghukum, dan memaksa anak untuk megikuti kehendak orang tua. Orang tua jenis ini sangat mengontrol dan tidak menginginkan anak-anak mereka banyak mengemukakan pendapat. Orang tua otoriter sangat tidak demokratis saat mengambil keputusan, memaksakan kehendak mereka tanpa memperhatikan perasaan anaknya.
2.      Authoritative parenting yaitu mendorong anaknya untuk berlaku independen namun masih mengawasi secara ketat. Mereka lebih responsif, menghargai pendapat anak dan mengikutsertakan mereka dalam pengambilan keputusan. Orang tua jenis ini akan berkata pada anaknya “kamu tidak bisa melakukan itu nak, ayo kita bahas cara lain yang lebih baik”.
3.      Neglectful parenting adalah gaya asuh di mana orang tua tidak terlibat aktif dalam kehidupan anaknya. Baik ketika anaknya masih kecil hingga beranjak remaja. Ibaratnya, ketika ditanya “aku tidak melihat siapapun di rumah, anak-anakmu kemana?” orang tua jenis ini tidak bisa menjawab.
4.      Indulgent parenting yaitu gaya asuh dimana orang tua sangat terlibat dalam setiap seluk beluk kehidupan anaknya namun tidak banyak memberi batasan atau kekangan pada perilaku orang tua jenis ini membiarkan anaknya mengeksplorasi apapun sesuai keinginan mereka, karena orang tua menganggap itu adalah awal dari kreativitas dan cara untuk mengembangkan diri mereka.
Lembaga RuMAH PARENTING merupakan singkatan dari gRup Miracles At Home PARENTING. Tulisan PARENTING memang ditulis dalam huruf besar semua, karena di RuMAH PARENTING, PARENTING merupakan suatu singkatan teknik pengasuhan anak yang diformulasikan oleh sang pendiri RuMAH PARENTING, yaitu dr. Zulaehah Hidayati dan sekaligus menjadi ketuanya serta sebagai nara sumber seminar parenting yang telah menyebarkan teknik PARENTING ke berbagai kota. Teknik PARENTING dan penerapannya ia tuangkan ke dalam sebuah buku berjudul “Miracles At Home” yang kini diterbitkan ulang oleh penerbit B-First (bagian dari grup Mizan) dengan perubahan judul menjadi “Anak Saya Tidak Nakal, Kok”. Teknik ini merupakan poin-poin pokok yang perlu diterapkan dalam pengasuhan anak.dan telah terbukti berhasil menciptakan Miracles At Home .
P          = Pengasuhan Aanak
A         = Anak adalah anugerah
R         = Redam amarah
E          = Empati
N         =  Notifikasi pembicaraan dan tindakan
T          =  Tanamkan energy positif
 I          = Istiqomah (konsisten)
NG      = me-NGadakan time out

D.    Pertanyaan pokok Penelitian
Seberapa efektifkah penggunaan teknik parenting dalam menangani perilaku buruk anak pada sebuah keluarga?

E.     Metode Dan Pendekatan Dalam Pengumpulan Dan Analisis data
·         Motode/Jenis Penelitian: Metode Kuantitatif
·         Teknik Penelitian: Eksperimental
ü  Kasus yang diteliti:
-          Penanganan perilaku buruk anak pada keluarga dengan anak tunggal
-          Penanganan perilaku buruk anak pada keluarga dengan anak dua atau lebih

ü  Klient
-          Klien keluarga yang memiliki anak 1
-          Klien keluarga yang memiliki anak 2 atau lebih
ü  Teknik Pengumpulan Data:
-          Wawancara
-          konsultasi
-          Lembar evaluasi
-          Tabel pengamatan
-          Observasi
-          Studi Dokumentasi
ü  Nara Sumber:
-          dr. Zulaehah Hidayati (Pendiri dan Pengelola Lembaga RuMAH PARENTING)
ü  Pengolahan dan Analisis Data:
-          Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga tahap dalam analisis data yang dilakukaan, yaitu, reduksi data, penyajian data dan penyusunan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, dilakukan dengan membaca transkrip wawancara, catatan pengamatan, dan dokumen-dokemen yang akan dianalisa. Kemudian dilanjutkan dengan penyajian data menjadi kumpulan informasi yang terorganisasi. Tahap terakhir adalah pembuatan kesimpulan setelah tahap pengumpulan data berakhir (Abdoellah, 1998:20-22).
-          Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari informan melalui proses wawancara, konsultasi dan studi dokumentasi.
-          Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan tertulis maupun laporan-laporan yang tersedia di lembaga Rumah Parenting dan observasi serta studi kasus.



Salam,
Pencari Tuhan

Sabtu, 02 April 2011

kewirausahaan sosial

Kewirausahan Sosial: inovasi atau terobosan-terobosan baik dalam bidang sosial humaniora maupun teknologi tepat guna yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat

Entrepreneur
- Bussines Entrepreneur
Menciptakan wajah baru dalam dunia bisnis, ide-ide segar untuk meraih pasar, dan gagasan cemerlang untuk memuaskan konsumen
- Social Entrepreneur
Agen perubahan dalam masyarakat, menemukan pendekatan-pendekatan baru, dan mencari solusi untuk mengajak masyarakat menjadi lebih baik


kewirausahaan sosial dapat diartikan sebagai proses kreatif dan inovatif dalam pengembangan ide pelayanan sosial yang tidak melanggar ajaran agama dan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat; tetapi efektif mengatasi masalah sosial 

Kewirausahaan Sosial meliputi kegiatan: (Prof.Gregory Dees-Standford University)
- Yang tidak bertujuan mencari laba
- Melakukan bisnis untuk tujuan sosial
- Campuran keduanya 
Dees memberi istilah “social entreprise”. Jalan tengahnya adalah :
- Kombinasi antara niat baik dan kepentingan pribadi
- Kombinasi antara modal sumbangan dan tenaga sukarela
- Kombinasi antara modal dan tenaga profesional 

Berikut ini adalah beberapa karakteristik wirausaha sosial

• Butuh jiwa wirausaha. Maksudnya disini adalah jiwa untuk mengejar bola dan bukan untuk menunggu bola
• Mendobrak status quo. Para pahlwan wirausaha sosila selalu berusaha untuk mengeksplor berbagai peluang baru, yang tujuannya antara lain untuk mendobrak kemiskinan struktural dan kultural
• Selalu menunjukkan eksistensi dengan tanpa mengenal ruang dan waktu (contoh Veronica Costa yang mengkampanyekan program AIDS berbasis masyarakat, dan Fabio Rosa dengan program listrik di Brazil)
• Wirsos adalah juga Agent Perubahan. Wirsos adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat
• Memantapkan kesetiakawanan sosial dengan menyebarluaskan ketertarikan untuk menolong sesama. Mengapa konsep kesetiakawanan ini perlu dimunculkan? Karena seperti sudah menjadi rahasia umum, terdapat fakta bahwa jumlah.

(Materi Kuliah Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD 2007-Praktikum Kewirausahaan Sosial)



Salam,
Pencari Tuhan

Kamis, 31 Maret 2011

Teori Sosial Marketing



A.Definisi
Social Marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.

B. Proses Sosial Marketing
• Terapkan SWOT pada analisa kondisi awal
• Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak diubah
• Tetapkan perubahan perilaku yang diinginkan
• Identifikasi manfaat/hambatan dalam mengubah perilaku
• Terapkan strategi social marketing yang beranekaragam
• Perubahan perilaku memakan waktu sehingga strategi social marketing harus menggunakan indikator prestasi yang terukur

(31-03-2011)




Salam,
Pencari Tuhan