Tampilkan postingan dengan label Self Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Talk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

GILA

aku pikir...
               aku rasa gila
ingin rasanya kututup mata ini... telinga ini... dan pintu kamarku...
kumatikan lampu.. kupasang headphone-ku... dan aku terisolasi...

              aku rasa sungguh gila
aku jenuh... aku kesal... dan aku muak...
ingin rasanya kutinggalkan rutinitas yang menjemukan ini... 
suara-suara yang terus menuntutku...
dan alur hidup yang standar...

             sungguh.. aku benar-benar gila
aku ingin maju.. tapi kaki ini tak mau beranjak...
aku ingin keluar.. tapi pintu itu terkunci rapat...
aku ingin melihat cahaya... tapi lampunya padam...
dan aku hanya terpaku menyaksikan ketidakberdayaanku...



aku tertawa... tapi entah apa yang aku tertawakan...
aku mencari kesibukan baru dan baru lagi... tapi entah apa itu...
aku bercerita... tapi hanya cerita hampa...
lagi-lagi aku tertawa... dan aku semakin bingung...
kemudian aku  diam dan  kusut...

akankah aku bebas dari lingkaran yang membelenggu jalanku ini?
atau aku hanya berputar dan terus berputar di tempat yang sama tanpa tau arah?
siapa yang tau.... karna akupun tidak tau... 
mungkin hanya Tuhan yang  tau..jika Ia benar-benar ada?



Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 29 Januari 2013

Tentang Aku dan Adanya

ini yang pertama... tulisan pertamaku untukmu..
rasanya deg-degan, bingung, dan malu ketika aku mencoba menuliskan tulisan ini kata demi kata sehingga terangkai seperti isi hati ini. aku tulis beberapa kata, kemudian kuragu dan menghapusnya... ku ganti dengan kata lain yang kurasa lebih pas, ketika hampir sempurna aku menghapusnya lagi, karna ku malu...
entahlah.. aku bingung harus menuliskan apa dan mulai dari mana...

ini tentang aku...
aku tidak selalu ceria seperti yang kau lihat... di kelilingi banyak teman dan aktif di dunia kampus. aku lebih sering menghabiskan waktu seorang diri, aku senang di dalam kamar menghabiskan waktu bersama laptopku, aku senang jalan-jalan ke mall sendiri, aku senang menjelajah dunia luar sendiri. karna ketika aku sedang bersama orang lain aku bukanlah milikku seutuhnya, aku tidak bisa bebas memlih, selalu ada diskusi untuk mencari kesepakatan di dalamnya, dan pertimbangan ini itu untuk bisa sepikiran dengan mereka. tapi ketika aku sendiri, aku bisa melakukan apapun tanpa perduli orang lain.. aku bisa mendengarkan musik keras-keras, aku bisa menjelajah dengan angkot atau bus umum, aku bisa memperhatikan orang-orang yang lewat dan membaca tingkah mereka.

tidak.. bukan berarti aku tidak suka ketika aku berada bersama teman-temanku atau keluargaku.. ada bagian tersendiri yang tidak terisikan ketika aku sendiri... aku juga butuh mereka, aku perlu sharing dan belajar pengalaman baru dari mereka... aku juga perlu canda gurau dari mereka.. tertawa bersama dan menangis bersama.. berbagi perasaan dengan orang lain juga menyenangkan..

aku pemalu, aku malu ketika aku bertemu orang baru, aku takut ketika aku akan masuk ke dunia yang belum pernah aku jelajahi sebelumnya... selalu banyak pertimbangan apakah ini baik, apakah ini boleh? apakah aku salah langkah dan sebagainya. dan ketika aku sudah masuk aku akan pelajari kondisinya 3-5 kali pertemuan, dan ketika aku sudah mengerti alurnya dan aku suka aku akan bertahan dan membaur menjadi bagian itu, tapi ketika aku merasa tidak nyaman dan tertekan aku akan langsung mundur dan menghilang.

aku juga tidak sebaik dan sesolehah seperti baju ini. baju ini seperti mencerminkan anak baik, rajin solat, pintar mengaji, dan mematuhi semua aturan tuhan. aku tidak pintar mengaji seperti ibuku, dan aku juga tidak bergaul hanya dengan orang-orang yang berbaju sama... aku juga bergaul dengan mereka yang tidak berjilbab, aku bergaul dengan mereka yang berbeda keyakinan, aku bergaul dengan anak-anak, orang tua, bahkan orang jompo. ketika baju ini menghalangi dan mngkotak-kotakkan pergaulanku, maka akulah yang harus bergrak, membuka diri dan menunjukkan bahwa aku tidak sama seperti mereka yang mengotakkan diri karna baju ini. aku senang mendengarkan cerita mereka, mengenai diri mereka, pengalaman mereka tentang ini itu, tingkah mereka yang lucu.. semuanya menyenangkan. 

pada dasarnya aku tidak suka bicara banyak, aku lebih suka mendengarkan dan sedikit berkomentar di tengah-tengah cerita mereka. jika kau tanya mereka satu-satu mungkin mereka akan menjawab bahwa aku tidak banyak bicara, tapi ketika aku akan bercerita kepada mereka dan berbagi pengalaman aku akan berbicara banyak. kita gantian, dan membagi giliran masing-masing siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan. aku bukanlah penbicara yang dominan dimanapun. tapi bukan berarti aku pasif, aku akan berbicara jika itu perlu dan menarik menurutku.

aku juga bukan anak yang selalu penurut dan mengikuti aturan, terkadang melanggar aturan itu menyenangkan, ada perasaan takut, bersalah, dan panik.. tapi ketika berhasil melanggarnya ada perasaan puas tersendiri. hanya sesekali, tidak sering karna kalau keseringan tidak asik lagi.

aku juga suka seenaknya, terkadang keras kepala, bisa marah juga dan menagis.. tapi tidak sering. ketika aku tidak suka aku akan bilang langsung, mungkin pada awalnya ada sedikit toleransi 1-2 kali, tapi tidak ada yang ke 3, karna yang ke 3 itu jika masih ada toleransi berarti aku bodoh karna mau diperlakukan yang membuat hati ini tersiksa dan tertahan tidak lepas, yang membuat hati ini sakit dan terus di sakitin.. mau sampaikapan di begitukan? jadi kuputuskan untuk mengatakannya langsung atau langsung menjauihinya. 

ini lah aku yang tidak sempurna dan yang belum semua kuceritakan... hanya sedikit bagian saja, tapi sudah cukup untuk mengerti aku. bertanyalah dan aku akan jawab, ungkapkanlah dan aku akan tanggapi, ajaklah aku dan aku akan berusaha untuk datang. ini tentangku dan apa adanya aku. 



Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 13 April 2012

Aku Vs Mak (EDISI SKRIPSI) - SEMINAR (Part1)

suatu hari di taman belakang, aq habis pulang dari rumah dosen di kelapa...
aq       : maaaaak aq mw upe minggu depan!!! *bahagia tingkat tinggi
mak    : apa tuh upe?
aq       : seminar maaak... * tambah bahagia dan bangga penuh semangat KEMERDEKAAN
mak    : seminar-seminar aja.. skripsi beresin!! kapan LULUS?? udah laa.. bikin-bikin acara,organisasi yang gitu-gitu STOP dulu... lalala lalala....... (*ngoceh MODE ON)......KEWAJIBAN UTAMA DULU BERESIN!!! *nada suara mulai meninggi
aq       :............... *diam tak berkutik
mak    : kuliah GAMPANG GITU AJA (jurusan sosial maksudnya) lama banget, mba inggi aja yang susah (tekhnik) bisa cepat selesainya....lalalala lalalala.... (*mulai ngebandingin sama sodara-sodara)....kurang keras usahanya, males-malesan kamu tu.. nonton film aja terus..!!!
aq       : .......... *manggut2.. cengar-cengir tanpa suara


15 menit kemudian......
mak    : ..........* tarik nafas, istirahat bentar 
aq       : ini kan udah di kerjain mak, tiap hari jg ke kampus sampe dosen2 pada hapal...udah setengah jalan   skripsinya...AQ MW SEMINAR SKRIPSI MAK!!!
mak    : ooo.. bilang kek dari tadi.. itu buat skripsi... *suara mulai normal kembali
aq       : *GUBRAK!!   

NB: True Story: 3 minggu yang lalu setelah acc UP... di taman belakang..






Salam,
Pencari Tuhan

Rabu, 04 April 2012

Menangis itu...

aku tau belakangan ini aku sedang banyak cobaan...
aku sadar bahwa ini bukanlah masalah biasa...
dan aku merasakan tekanan yang sangat dahsyat...

tidak mengapa jika itu orang lain yang timbulkan...
tidak mengapa jika itu arus hidup yang mau tidak mau harus kulalui...
bahkan jika itu karna keputusanku yang mengakibatkan petaka...
tidak papa.. aku yakin bisa melalui itu..
akupun juga merasakan beratnya beban ini...
betapa tertekannya aku...
aku bingung.. aku kacau...
tapi pada akhirnya selalu ada cara untuk menyelesaikannya..

ketika kita di landa petaka seperti itu..
cobaan yang akan menentukan kedewasaan kita..
menentukan kebijaksanaan kita..
dan keputusan kita pada akhir yang membawa masa depan kelak

alangkah baiknya jika dalam keadaan tertekan dan kacau seperti itu ada dukungan dari teman-teman
alangkah lebih sempurna jika dukungan itu ditambah dengan keluarga..
bagaimanapun keluarga adalah harapan utama..
orang tua lah yang berperan mendukung keputusan anaknya apapun itu pada akhirnya..

namun apa jadinya ketika ke dua tumpuan kehidupan itu berbalik menyerang kita atas timbulnya petaka tersebut?
ketika masalah telah memuncak dan membuat frustasi... ketika tekanan hidup melemahkan semangat juang kita..
namun mereka yang seharusnya paling mengerti kita malah menyalahkan kita.. membuat kita semakin terpuruk...
bukan dukungan yang diterima.. bukan kasih sayang lembut yang diperlihatkan..
tapi justru tuntutan baru yang semakin memberatkan hidup... kemarahan setiap kali berjumpa...

ketika aku melihat beberapa orang yang mengalami cobaan yang hampir sama beratnya denganku..
sebagian mereka meratapi nasibnya, mengurung diri, menyerah, dan kehilangan semangat hidup..
sebagian lagi mencari dukungan ke pihak lain.. melupakan masalah dengan mengalihkan ke hal lain..

aku tau pasti selalu ada tangisan di setiap beban berat...dan aku tau dengan menangis perasaan menjadi lebih  ringan...
tapi apakah dengan mengis masalah akan beres?

teringat sebuah nasehat sewaktu aku kecil.."ketika sedang ada masalah, tidak ada gunanya menangis, dengan menagis masalah tetap akan ada dan tidak terselesaikan.. jadi ketika masalah itu datang, hadapi dan selesaikan. setelah masalah itu beres silahkan jika ingin menangis bahkan berteriak."

nasehat itu selalu terngiang hingga kini.. ketika masalah itu datang..aku yakin ada saatnya aku terpuruk dan meratapi nasib..tapi aku tidak menangis.. ada saatnya aku tidak bersemangat dan tidak tau apa yang harus kulakukan... tapi aku tidak menyerah.. aku tidak menangis..

aku pikir..
menangis itu artinya tidak berdaya.. pasrah dengan keadaan.. bahkan langkah awal untuk menyerah
menangis itu artinya ketidak mampuan menghadapinya
menangis itu artinya ketidak sanggupan untuk mengusahakan sesuatu dari diri sendiri

sebagai contoh, ketika seorang bayi menangis banyak alasanan yang melandasinya, mungkin karena lapar, karena ngantuk, atau merasa bosan.. artinya ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, ia butuh bantuan/perhatian orang lain di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya.
ketika seorang anak kecil menangis ketika mainannya direbut, atau ketika keinginannya tidak ia dapatkan, itu artinya dia tidak berdaya.. ia tidak sanggup membela dirinya atau haknya, ia tidak mampu memenuhi semua keinginannya sendiri. ia membutuhak orang lain untuk membantunya membela diri.. membutuhkan orang lain untuk memenuhi keinginannya.
ketika seorang remaja putus cinta, atau patah hati.. kemungkinan besar ia akan menangis juga.. atau ketika berkelahi dengan sahabatnya atau di khianati temannya, artinya ia tidak mampu mengendalikan perasaannya, tidak mampu membuat orang yg bersangkutan menerima dirinya apa adanya, tidak mampu mengendalikan orang2 itu sesuai harapannya. ia menyerah pada keadaan saat itu..ia pasrah dan tidak tau harus berbuat apa..kemudian ia melampiaskan kekecewaan, kekacauan perasaannya dengan menangis.
ketika saudara atau kerabat atau orang yang terkasih meninggal dunia, aku yakin tidak ada seorangpun yang tidak menangis.. dalam kondisi ini menangis adalah pelampiasan kesedihan dan kepsrahan.. ia menangis karena tidak berdaya dengan kondisi itu, ia tidak mampu menghidupkan kembali yang telah mati, iya tidak sanggup di tinggalkan untuk selama-lamanya, ia tidak tau harus bagaimana hidup tanpa orang terkasih tersebut.
kemudian permasalah yang baru dan semakin beratpun akan terus datang seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan hidup. itulah proses hidup yang mau tidak mau harus dilalui..

akupun dulu juga mengalami hal itu..aku jg menangis.. namun sejak tersampaikannya nasehat itu pada ku, perlahan-lahan aku bertahan dan tidak menangis..selalu berusaha untuk tidak menangis..walaupun pada akhirnya ketika benar2 tak terhankan akan menagis juga.
akupun  akan menangis jika kehilangan orang tercinta..

ketika perasaan dan hasrat untuk menangis itu terus di latih..dan seiring dengan berlalunya waktu dan kematangan hidup..semakin jarang menghadapi masalah dengan kesedihan. bisa di hitung dalam 1 tahun berapa kali menangis dan karena apa..akan tertanam dibenak ini bahwa ketika itu aku benar2 tidak berdaya.

aku marah, aku kesal, aku diam, dan aku tertekan... kemudian aku sakit..
maaf kawan aku tidak menangis sebagaimana seharusnya..
maaf juga aku tidak berwajah murung sebagaimana mestinya..
maaf kalau aku memasang topeng tersenyum di wajah ini seolah2 tiada beban sulit

maaf pak.. mah.. aku hanya diam dan mendengarkan saja
maaf pak.. mah.. aku tidak menghiraukan ceramahmu dan hanya berkata iya dan iya saja
maaf pak.. mah.. aku hanya tersenyum saja menghadapi muka masammu

yayaya... aku tau
yayaya... aku dengarkan
yayaya.. akan ku coba
yayaya..baiklah
yayaya..akanku pertimbangkan
yayaya... apapun/siapapun boleh


kemudian selesai.. itulah jawaban dan tanggapanku ketika omelan dan ceramah panjang silih berganti mengalir ketelingaku...dan ketika aku mengatakan itu, ceramah dan omelan itupun berhenti seketika.. dan selesai.. aku pergi..


Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 23 Maret 2012

1 orang saja

aku benar-benar muak sama kondisi rumah ini
1 orang yg sangat berkuasa, bahkan pemimpin yg sebenarnyapun tidak berdaya.
1 orang yang selalu menganggap dirinya yang paling benar
1 orang yang selalu melihat hasil dari pada proses
1 orang yang selalu menuntut kesempurnaan
1 orang yang selalu menganggap rendah orang lain
1 orang yang selalu menganggap orang lain tidak bisa apa-apa tanpa dirinya
1 orang yang selalu mengagung-agungkan dirinya
1 orang yang selalu harus menjadi pusat perhatian
1 orang yang selalu harus terlihat segalanya sempurna

aku hidup bersama 5 orang lainnya dibawah asuhannya
1, 2, 3, mereka berhasil membuat dia puas
mereka menunjukkan prestasi yang mengagumkan
dan ia pun bangga akan dirinya, ia selalu menganggap semua prestasi itu berkat bantuannya
namun ketika yang ke 4 tak mampu mengimbangi tuntutannya ia menyerah dan gagal
ia marah, ia kecewa dan menyalahkan si ke 4 ini.
dia tidak melihat 1,2,3,4 berjuang sangat keras, menekan kesenagnan diri, memnuhi setiap tuntutannya dengan  mengorbankan diri, tenaga, dan pikiran.
dia hanya tau hasil yang bagus dan hasil yang buruk.
ketika hasil yang bagus ia peroleh ia akan sangat bangga pada dirinya, mencari-cari alasan kesuksesan itu bersumber darinya.
namun, ketka tuntutan itu gagal, ia tidak terima, ia menyalahkan orang tsb, ia murka, dan kembali menuntut lebih berat lagi tanpa peduli perasaan orang itu.
ia hanya tau kata sukses.. tapi tanpa proses. ia tidak peduli seberapa sulit proses yg telah dilalui, yang penting hasilnya bagus.

terkadang bahkan ketika hasil baguspun tercapai namun melewati batas targetnya ia pun tak terima, ia cari alasan untuk menyalahkan orang itu dan mencari alasan yang membuat dirinya penting. ia branggapan kalau bukan karena dirinya maka orang itu tidak bisa meraih kesuksesan.

sudah sejak aku menginjakkan kai pertama kali di rumah ini, aku telah bertekat suatu saat nanti ketika aku sudah mampu memenuhi kebutuhan pokokku sendiri, aku akan meninggalkan rumah ini.. rumah megah penuh penderitaan batin..



Salam, 
Pencari Tuhan

Selasa, 20 Maret 2012

Pesan 10 Tahun Lagi...

Tanyakan ini pada dirimu 10 tahun lagi...
dimulai dari sekarang, artinya 10 tahun lagi aku berusia 33 tahun...
tanyakan ini...tanpa melihat status sosialmu..
tanpa melihat apa pekerjaanmu...
atau dengan siapa kamu menikah...
apa latar belakang pendidikanmu...
atau apa agamamu...

tanpa melihat itu semua... tanyakan ini pada dirimu 10 tahun lagi..
BERSIAPLAH!!!
berdirilah disebuah cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhmu dari kepala hingga kaki...
tanyakan ini pada dirimu...

"SIAPA AKU?"


Inspired by japan film: Taiyo to Umi no Kyoshitsu (2008)


Salam,
Pencari Tuhan

Kamis, 08 Maret 2012

ini ke dua kalinya

ini kedua kalinya aku diperlakukan seperti ini...
aku dimarahin.. aku di galakin... aku di musuhin.. kemudian aku di diamkan...

kejadian pertama waktu aku SMP kelas 3, sekitar umur 15 tahun...
sejak aku mulai mengenal sekolah, aku selalu di antar jemput sama beliau
selalu di turunkan di spot yang sama dan naik di spot yang sama juga...
suatu ketika aku melanggar aturan itu, hanya bergeser 5 atau 6 meter dari spot biasanya dengan alasan aku masih ingin bermain bersama temanku di detik-detik terakhir kepulanganku hari itu.
begitu aku melihat mobil itu datang menuju kepadaku dari arah yang tidak biasa dilewati sebelumnya.. aku sadar pasti beliau telah memutari sekitar sekolahan untuk mencariku. aku sadar dan merasa bersalah.
setelah kaki ini berada di atas mobil, tak terdengar sepatah katapun dari bibirnya.. tak terlihat wajah ramah seerti biasanya walaupun tanpa senyuman... aku tau beliau marah.
dalam keadaan canggung tersebut kuberanikan diri untuk memulai percakapan sederhana yang tak berarti... teringat sebuah topik "susu di kulkas sudah habis"... lalu kuberanikan diri membuka mulut dan berkata "susu di kulkas udah habis mah".  kemudian beliau beraksi mulai memandangku dengna galak, dan berkata "TERUS???". aku kaget mendengar jawaban itu, ditambah dengan nada suara yang datar dan dingin.
aku hanya bisa diam saja sambil menunduk takut. kemudia beliau melanjutkan kata-katanya lagi "MAU BELI SUSU???". Aku takut sekali, tidak pernah sekalipun beliau marah seperti itu..biasanya beliau marah dengan nada tinggi dan omongan yang panjang tanpa henti..selalu mengulang topik yang sama bahkan berputar ke masa lalu, terkadang di selingi cubitan nyeri di paha, betis atau tangan... tapi kemarahan kali ini jauh lebih menakutkan dari biasanya...
kembali aku mengingat kesalahan besar apa yang telah kulakukan... aku berpikir keras kesalahan apa yang telah kulakukan barusan, tadi pagi, atau kemarin...rasanya tidak ada.. sampai tadi pagi semuanya masih baik-baik saja... kemudia aku teringat kesalahan kecil barusan..apakah mungkin karena aku berpindah spot menunggu yang tidak seperti biasanya dan membuatnya mencariku???
kuputuskan itu masalahnya... seharian itu aku di diamkan.. aku di tatap dengan wajah galak... dan aku tidak tau harus berbuat apa. 
malam itu aku merenung...aku bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan ini... aku berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi... karna aku tau rasanya sangat menakutkan... aku lebih memilih di marahi dan di ceramahi dengan nada tinggi dan sesekali di selingi cubitan nyeri. tidak ada orang di dunia ini senang di diamkan dan dicuekkan... orang akan stress bahkan gila ketika tidak dihiraukan seseorang.terutama orang yang dikasihininya, yang menjadi pegangan hidupnya.



kini kejadian itu berulang. saat aku berusia 23 tahun...
awalnya hanya marah-marah dan diceramahi.. tidak ada lagi hukuman fisik sejak SMA. saat itu sedang di teman belakang dengan kegiatan konveksinya. aku hanya bisa tertunduk dan mendengarkan ceramahnya yang menyakitkan... setelah puas menguliahiku 5-10 menit... kemudian di mengusirku... padahal saat itu aku sedang butuh penghiburan dan dorongan semangat darinya. kesalahanku hanya karena aku menolak permintaan kecilnya. 
setelah mengusirku, aku kaget mendengarnya mengusirku...aku terdiam sejenak.. kemudian aku beranjak masuk kedalam rumah dan hendak pergi menuntaskan kewajibanku. tiba2 terdengar suara samar adzan dzuhur.. aku bergegeas mengambil wudlu dan melaksanakan kewajibanku kepada Tuhan. setelah itu aku mondar-mandir ke atas kemudian ke bawah dan ke atas lagi lalu kebawah... berpikir untuk kabur dari rumah.. ke jati nangor saja menginap di kawan 1 sanpai 2 hari... kusiapkan beberapa perlengkapan menginap dan kujejalkan ke dalam tas yg hampir penuh itu. 
selesai memakai sepatu. aku berpikir sejenak... apa yg harus ku lakukan sekarang.. apa mau menjadi anak durhaka seperti ceramahnya barusan... kemudian kuberanikan diri ke kamarnya sembari mengetuk pintu dan membukanya. kudapati wajah memberungutnya... dengan muka kusam dan lelah dia berbicara galak kepadaku "mau apa???"  dengan ketakutan yang berusaha kututupi dengna sifat kekanakanku aku menjawab pelan "salam mak" dan kulanjutkan lagi kata2ku setelah mencium tangannya "maaf mak" dan di balas dengan dengan "jangan di ulangi lagi ya"kemudian aku memeluknya dan di sambut dengan ciuman pipi kanan kiri darinya. tapi dengan wajah tetap menekuk.

hari ini usai bimbingan selama kurang lebih 1 jam..aku putuskan langsung menyelesaikan hasil bimbingan tersebut. dan tak terasa sore telah tiba..ketika kuputuskan untuk pulang hujanpun mampir.. kemudian ketika hujan agak mereda ku matikan laptop ku dan ku packing ke dalam ranselku. kemudian aku bergegas pergi.
tak kusadari ada sms dari beliau sebelumnya ketika aku telah sampai di depan rumah dan hendak masuk ke dalam kudengar handphoneku berdering. kemudian aku tau itu pasti darinya. aku yakin ada perasaan cemas karena ketidak pulanganku hingga gelap menjemput. tapi tak kuhiraukan deringan itu karena aku tau aku sudah berada di rumah dan akan kutemui langsung beliau.

setelah membuka sepatu, kekutuk kamarnya dan kubuka pintunya.. aku masuk dan kulihan ia berbaring dengan wajah kelelahan dan mata merah. masih dengan raut wajah galak menatapku. ku dekati beliau dan ku cium tangannya. dengan perkataan datar ia menanyaiku dari mana dan habi ngapain. kujawab pertanyaannya dengan jujur sesuai dengan apa yg telah ku lakukan.

ingin ku lihat reaksinya..ku ambil sebiah majalah sulam di kamar itu dan ku buka-buka halamannya sedikit.. lalu ku tanya "bisa sulam mak?" tak berani ku palingkan wajah ini melihatnya. diapun lekas menjawab dengan suara datar "mamah malas ngomong".  oke, aku tau beliau kelelahan mungkin habis nangis karena wajahnya berminyak dan matanya terlihat merah dan sedikit berair. kuputuskan untuk meninggalkan kamar itu  dan tersenyum kaku kepadanya sejenak lalu keluar.

perasaanku saat ini tetap tak karuan..tapi tidak setertekan dan semenakutkan peristiwa dulu.. mungkin karena ini yang ke dua kaliny, aku tidak terlalu syok mengingat yang pertama jauh lebih mengerikan.. karena masih ada komunikasi yang terucap saat ini. dan aku bersyukur aku langsung meminta maafnya saat itu juga, aku merasa aku lebih tenang menghadapi peristiwa ini di bandingkan dulu dan aku tau apa yang harus ku lakukan dengan berbagai pertimbangan yang tidak pasti. dan semoga besok menjadi lebih baik... amin..

(7 maret 2012)

Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 24 Januari 2012

1 Tahun Yang Lalu, Sobat...

Hai sobat..
ternyata 1 tahun telah berlalu tanpamu...
ternyata waktu itu begitu cepat berlalu...
rasanya baru beberapa bulan lalu kau masih bersamaku...
rasanya baru kemarin kau pergi ke dunia itu...

ternyata tanggal 24 di bulan januari ini kembali mengingatkanku bahwa 1 tahun lalu kau pergi meninggalkan dunia fana ini...

hai sobat...
tidak lama perjumpaan kita 1 tahun lalu..
tak pernah terfikirkan akan begitu cepat ditinggalkan olehmu...
dan tak pernah terbayangkan hidup tanpa keceriaanmu..
dan ternyata 1 tahun telah berlalu..

hai sobat..
1 tahun sekarang..ternyata aku bisa melewatinya
1 tahun sekarang...tak pernah putus doa ini untukmu
1 tahun sekarang...aku selalu merindukanmu
1 tahun sekarang...terasa berbeda tanpamu

hai sobat...
bagiku kau adalah teman yg baik
adik yang manis dan pemalu
saudara yang mengajarkan arti hidup
manusia yang memberikan inspirasi
bagiku kau sangat berarti...

hai sobat...
terimakasih telah banyak mengajarkanku makna hidup...
terimakasih telah precaya padaku..
sebuah keberuntungan bisa mengenalmu...

(Utami Ramadhanti in memorial)

Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 23 Desember 2011

True or Fals?

ada keminderan bergaul bersama kalian
tapi ada kebahagiaan tersendiri bisa masuk dan di terima ke dalam golongan kalian
walaupun begitu kurasakan ketidak adilan di dalamnya
mengapa kalian hanyamelihat dan mengakui status seseorang berdasarkan tingkat pemahamannya terhadap Tuhan?
kenapa menilai orang taat dan tidak berdasarkan pakaian dan sifatnya?
bukankah orang yang semakin berilmu seharusnya membantu mereka yang tidak paham? mengantarkan mereka menuju pemahaman ajaran Tuhan?
bukankah begitu seharusnya?
tapi mengapa kenyataannya tidak seperti itu?
kalian terkesan sangat jelas menolak kepada mereka yang berbeda, merendahkan, dan memberi julukan "awam" ..sadarkah kalian pemikiran yang seperti itu sangat rendah?
kalian sungguh penuh dengan kesombongan dan keangkuhan di balik jubah syar'i itu, dibalik senyum manis yang palsu..di balik perilaku baik yang seolah-terbuka namun di berbeda dengan perasaan.
apakah Tuhan mengajarkan seperti itu dalam kitabnya?

sungguh aku tidak mengerti akan jalan pikiran itu? namun tidak pernah aku membenci kalian..aku tidak punya hak menghakimi siapapun..karna ada alasan di balik setiap perbuatan.
namun, aku bersyukur dan berterima kasih karena dengan bersama kalian aku bisa lebih memahami Tuhan dan ajarannya.

Salam,
Pencari Tuhan

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hidupku Bagaikan Labirin


sekali lagi hati ini kecewa..
sekali lagi hati ini tersakiti...
ku pikir aku sekarang sudah jauh berubah lebih banyak
kupikir aku yang sekarang sudah menjadi jauh lebih baik
ku pikir usahaku dan pengorbananku sudah membuahkan hasil
tapi ternyata salah
ternyata semuanya sia-sia

hari ini aku baru menyadarinya...
betapa hidupku selama ini selalu berputar-putar di tempat yang sama
ketika aku akan memulai 1 langkah menjadi lebih baik dengan penuh semangat dan harapan besar
kau datang dan meremehkanku
kau tidak mempedulikanku
bahkan kau memarahiku
setiap kali ada semangat baru yang menggebu-gebu kau kembali meredupkannya
kini kusadari selama ini kebabasan hidupku penuh akan tekanan batin darimu


kini aku berusaha melawan tekananmu padaku
ketika kuberi penjelasan dengan lembut kau bilang aku menuntutmu
ketika aku marah dan merajuk kau bilang aku egois dan belum dewasa
ketika aku mengutarakan isi hatiku kau bilang aku tidak mengerti

beberapa tahun yang lalu hampir saja aku berhasil meraih puncak kehidupanku ketika aku tidak bersamamu
beberapa tahun lalu aku berjuang keras seorang diri bangkit dan berdiri dengan kedua kaki ini tampa persetujuan dan izinmu
beberapa tahun lalu satu persatu kuraih kesuksesahan hidupku
tapi ketika ku tak berdaya dan harus kembali kesisimu
kupikir kau sudah berubah... kupikir kau mau menerimaku apa adanya dan mendengarkan keluh kesahku

ternyata sekali lagi kau menekanku
detik-detik keberhasilanku menuju hidup yang lebih baik kembali kau jatuhkan
kembali kau padamkan seolah apa yang telah kulakukan adalah sia-sia
kau bilang aku menjadi lebih baik
kau bilang aku menjadi lebih dewasa
kau bilang aku menjadi lebih pintar dan pengertian
kau bangga padaku
tapi sampai sekarangpun tak pernah kau hargai keputusanku
tak pernah kau dukung keputusanku
selalu harus aku yang mengalah
selalu harus aku yang mengikuti kemauanmu
selalu harus aku yang bersabar

sekali lagi dan akan kutanya berulang kali padamu...
tidak bisakah aku memilih jalan hidupku sendiri ibu?


(Sabtu, 13 Agustus 2011 pkl.19.20 Wib-kelelahan yang disambut dengan tekanan)


Salam,
Pencari Tuhan

Jumat, 29 Juli 2011

When I Am Sad



when i am sad, i walk around...i sit araound...i look down from high pleaces...
my firiend ask me "what are you doing?"
and i said "nothing, just dying"
when i am sad, i think everything is stupid...bird is stupid, umbrella is stupid, rain is stupid...


than one morning, i wake up and i feel fine...
my friend ask me "what are you doing?"
and i said "nothing... just being happy"
the end


Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 26 Juli 2011

Surat Terakhir "Sahabat Adalah Selamanya"

Teruntuk seorang sahabat lama...
Aku yakin saat ini kau sedang merasa bahagia, karena sebentar lagi kau dan calon imammu akan menggenapkan setengah din dari agamamu. Sungguh akupun turut merasakan kebahagiaanmu dengan melihat kalian sedang mempersiapkan diri kearah rumah tangga itu. Maaf kawan, tak banyak bisa kubantu untukmu, hanya sebuah doa ikhlas dari hati dan dan sebuah surat tulus isi hatiku.

Ingatlah kawan, sampai kapanpun aku akan selalu menjadi sahabatmu, hingga akhirat yang abadi sana aku akan slalu menjadi sahabatmu. Karena sahabat adalah selamanya, tanpa terkecuali apapun. Sekalipun aku tau sebuah kebenaran besar yang kau tutup-tutupi dan membuatku sangat kecewa padamu hingga membuatku tak dapat berpikir jernih, sekalipun kau telah menyakiti sahabatku yang lainnya hingga ia meneteskan air mata ketegaran, sekalipun kau akan terus berbohong untuk menutupi "entah apalah itu". ingatlah satu hal kawan dari kata-kataku ini dan berpeganglah erat pada kata-kataku itu "sahabat adalah selamanya"

Pernah terlintas di pikiranku bahwa aku akan meninggalkanmu karna terungkaplah keberan yang "entah apalah itu" dari orang lain tentang dirimu. pernah hampir kumemilih memutuskan tali persahabatan kita yang telah terjalin begitu lama. pernah pula aku berprasangka bahwa slama ini kau hanya memanfaatkan kebaikan dan kepolosanku untuk kepentingan dirimu saja. tapi tak mengapa kawan, aku bisa mengalahkan pikiran negatif itu.

Teringat kembali kebahagiaan yang telah kita lalui bersama. kita tertawa, kita bergandengan, kita berlari, dan kita bercanda gurau bersama. teringat kembali aliran air matamu dan isak tangis serta suaramu yang lirih ketika kau sedang mengungkapkan isi hatimu tentang beratnya hidup ini. teringat kembali perasaan dekat itu walalupun jarak sering memisahkan kita.

Tidak mengapa kawan, aku masih seperti sahabatmu yang dulu, aku masih akan selalu selamanya menjadi sahabatmu. karena seperti kataku tadi "sahabat adalah selamanya"

Kuakhiri sampai disini saja surat singkat ini kawan, selamat berbahagia dalam menempuh jenjang kehidupan yang baru bersama belahan jiwamu. semoga kau tidak melupakanku di sini yang turut berbahagia untukmu walaupun merasa kesepian menantimu seorang diri. Ingatlah kembali pesanku kelak ketika tidak ada orang lain yang peduli padamu, aku akan selalu ada untukmu. karena "sahabat adalah selamanya"



Salam,
Pencari Tuhan

Selasa, 19 Juli 2011

Bermain Aman

Ada seoran teman bertanya kepadaku kemarin...Sebetulnya Tuhan itu ada gak sih? Buat apa kita beragama? Untuk apa kita hidup? Apakah akan ada kehidupan setelah mati (reinkarnasi)? Kenapa kita harus meyakini suatu aliaran agama tertentu? Atau kenapa Tuhan menciptakan bamyak keyakinan jika Tuhan ingin disembah dengan 1 cara?

mungkin tidak jarang atau pernah terlintas pertanyaan-pertanyaan serupa di benak teman-temans semua. Hanya saja ada yang berani mengungkapkannya langsung pada ahlinya, ada yang mencari tahu sendiri melalui berbagai media, atau hanya diam saja dalam kebingungan. yang manakah kalian diantaranya?

aku tahu aku bukan ahlinya tentang ilmu ketuhanan dan tentang keyakinan beragama. aku tahu ilmuku masih sangat dangkal untuk menjawab hal itu secara ilmiah atau teoritis, tapi aku punya jawaban sederhana yang masuk akal yang semua kalangan dapat memahaminya. jawaban itu kuberi kunci "bermain aman".

baiklah, akan kujelaskan tentang konsep "bermain aman" milikku. pada dasarnya aku memang tidak tahu Tuhan itu ada atau tidak? dan seperti apa rupaNya? aku memang tidak mengerti tujuan kita hidup di dunia ini untuk apa dan mengapa kita harus meyakini suatu aliran agama tertentu? atau apakah reinkarnasi setelah mati itu benar-benar terjadi atau kemudian pada akhirnya kan mengarah pada surga dan neraka? sungguh, aku bukan ahlinya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan diluar logika itu. aku hanyalah mahasiswa biasa yang mencoba menjawab pertanyaan ini sesuai dengan ilmu yang kupunya dan pengalaman hidupku yang masih dangkal.

sampai saat ini, aku masih beragama sesuai ajaran orang tuaku dan meyakini Tuhan itu ada walaupun aku tidak tau seperti apa rupanya. aku masih beribadah dalam hidupku untuk mempersiapkan bekalku setelah mati, ketika reinkarnasi itu datang dan aku tetap berpegang teguh bahwa semua itu ada dan akan terjadi kelak. itulah pilihanku, karena kalaupun hal itu tidak ada, maka apa yang telah kulakukan sekarang ini tidak akan menjadi sesuatu yang merugikan kelak tapi akan menjadi pengalaman hidupku yang berarti. tapi bagaimana jika semua hal yang dipertanyaka itu memang ada dan benar-benar terjadi? jika itu terjadi padaku, maka aku tidak akan menyesal karena semua yang telah kulakukan semasa hidup yang singkat itu, aku telah melakukan perintah Tuhan dan mendalami ajaran Tuhan. selanjutnya bagaimana tuhan akan menenpatkanku di surga atau nereka dengan pilihanku kini? seandainya aku tidak berbuat apa-apa dan bersikukuh pada yang tidak ada, apa jadinya nanti jika hal itu benar-benar nyata?

hidup itu pilihan kawan, kelak mungkin akan ada surga atau neraka pada akhirnya, atau mungkin tidak ada sama sekali...hadapilah kehidupan setelah kematianmu kawan dengan pilihan-pilihan hidupmu sekarang.
dan ini pilihan hidupku dengan "bermain aman" dari semua kemungkinan itu yang tidak ada seorangpun bisa membuktikannya dengan logika.



Salam,
Pencari Tuhan

Kamis, 14 Juli 2011

Merdeka dengan Berontak

aku tau apa yang telah kulakukan itu salah
aku mengerti itu tindakan yang dilarang
dan aku tau itu tidak baik, tapi tetap kulaksanakan dengan alasan pembuktian


ingin kubuktikan pada mereka kalau aku bisa
ingin kubuktikan bahwa aku mampu
dan ingin kubuktikan sesunggguhnya aku mandiri


dua kali aku melakukannya, dan aku tau itu salah
tapi taukah apa yang kurasakan?
kurasakan kemenangan luar biasa
kurasakan kemerdekaan akan kebebasan hidup
kurasakan kepuasan batin tak terkira


taukah ini yang disebut dengan pemberontakan?
ya..itulah yang sedang kulakukan sekarang
akan kubuktikan, tanpa bantuan mereka, akupun bisa mendapatkan pilihanku
akan kuyakinkan, tanpa campur tangan mereka, akupun bisa memutuskan pilihanku
dan akan kuperlihatkan, tanpa keterlibatan mereka, akupun bisa bahagia


tau kenapa aku berontak?
karena aku membutuhkan kebebasan untuk memilih
karena aku ingin menemukan masa depan dengan tangan ini
karena masa depan ini adalah masa depan hidpuku, bukan mereka


akan kutekankan sekali lagi, AKU SEDANG BERONTAK!
dan akan kutanggung semua konsekwensinya
INGAT! aku tidak bodoh, semua yang kulakukan atas pertimbangan matang yang terencana dengan baik dan dalam kondisi sadar seutuhnya




Salam,
Pencari Tuhan

Sendiri itu Menyenangkan

Asal lo tau aja, ini rencana lo-lo pada yang buat
ini rencana lo semua yang ngatur, dan rencana ini lo yang menentukan siapa yang terlibat di dalamnya.


Asal lo tau, walalupun lo-lo pada mengundurkan diri satu per satu karena alasan basi
walaupun lo dengan seenak jidat lo bilang acara ini BATAL
dan lo udah buat gue kecewa karna tingkah lo yang setengah-setengah, dasar CHICKEN lo!!


Asal lo tau, gue berterimakasih banget karena lo udah melibatkan gue dalam rencana besar lo, dan gue sangant bersyukur karna lo udah ngasih tau gue detail rencana besar ini.


Asal lo tau, gue akan buktikan rencana lo gak akan jadi sia-sia di tangan gue.
gue akan buktikan rencana lo yang besar dan matang ini akan segera terlaksana oleh gue.
dan rencana besar ini akan berjalan dengan semangat 1 orang ini. KITA LIHAT SAJA NANTI..!!


Kini gue bersyukur akhirnya gue udah berhasil menjalankan rencana besar itu seorang diri
gue salut dengan kenekatan gue yang gokil, dan gue bersyukur hidup gue gak bergantung sama lo-lo pada.


Liatlah kawan, saksikan rencana spektakuler itu pelan-pelan menjadi NYATA dengan dua tangan ini.
saksiakan perjuangan dan jerih payah dengan semangat membara gue untuk mewujudkan rencana ini.silahkan lo semua merasa banga dengan rencana lo yang menjadi nyata, tapi akhirnya akulah yang akan tersenyum lebih lebar karena akulah yang membuat rencana luar biasa ini menjadi nyata dengan tangan kecil ini.


Masa depanku ditanganku, tidak ada hubungannya dengan orang lain. aku yang menenetukan semua pilihan yang terjadi dalam hidup ini. aku yang berkata iya atau tidak dalam memutuskan pilihan hidupku.
rugilah kalian yang bergantung pada keputusan orang lain dan menyesallah kalian karena hidup dalam keputusan orang lain...


YAKINLAH SATU HAL KAWAN, KITA MENJADI SEPERTI SEKARANG INI KARENA PILIHAN-PILIHAN ITU. DAN AKU YANG SEKARANG ADALAH HASIL DARI KEPUTUSANKU DI MASA LALU.


Salam,
Pencari Tuhan


NB: dibuat saat keberangkatan menuju jogja seorang diri tengah malam di atas bus kramat jati. tgl 5 juli 2011. yang di salin ulang dari BlackBerry.

Kamis, 23 Juni 2011

Mencintaimu...

taukah kamu sejak malam itu
hati ini menjadi yakin
ku rasa cinta datang padaku
hati ini menjadi paham tentang cinta
ku rasa cinta buatku mengerti rasa


taukah kamu sejak malam itu
tak pernah lepas bayangan dirimu dari ingatan ini
tak hentinya diri memikirkanmu


Ketika aku membutuhkanmu
Hanya dengan menutup mata ini dan aku akan bersamamu
Ketika aku membutuhkan cinta
Ku ulurkan tangan ini dan tersentuhlah cinta
Tidak pernah kutahu ada begitu banyak cinta
Menjagaku dengan kehangatan setiap malam dan setiap hari



alangkah bahagianya hati ini bilaku dekat denganmu
alangkah indahnya hidup ini karena bersamamu kumengerti cinta
alangkah beruntungnya dirimu karena sayang ini hanya untumu


getar cinta ini smakin dalam ku rasa
saat khayalku menyapamu
alunan lembut nada cinta menari menggelitik jantung ini
membuka mata hatiku tentang cinta
semoga abadi tali cinta kita
selalu untuk selamanya


kembali kutermenung dibawah langit 
dalam megahnya dunia malam bertabur bintang
tuhan..jangan biarkan damai ini pergi
jangan biarkan cinta ini padam
tuhan..aku ingin dia untuk hidupku
bersamanya kurasakan lengkapnya jiwa
tuhan..aku butuh dia karenamu tuhan..
karena dengan cintanya, kurasakan lembutnya kasihMu


Salam,
Pencari Tuhan

Senin, 20 Juni 2011

Melangkah Ke Langit

langit... langit... langit...


langit adalah tujuanku
menyimpan mimpiku di baliknya
mimpi besarku bersemayam di langit
langit simpan mimpiku dalam diam

langit... langit... langit...

ketika berwarna biru tampaklah mimpi besar akan segera menjemput
namun tak selamanya langit biru
terkadang langit berwarna kelabu seakan menutup pintunya padaku
lain waktu langit berwarna gelap tanpa harapan

langit adalah mulia yang menyimpan mimpi-mimpi besar
langit bagaikan dekat jangkauan tangan namun sulit diraih ketika tangan menjulur
langitpun senang bersenandung lewat angin
angin menari membawa mimpi-mimpi menuju insan luar biasa
membisikkan arah meraih impian di balik langit

langit... langit.. langit...
akanku temukan jalan ke langit
akanku susuri rumput berduri
akanku hadang badai bergemuruh
akanku terjang lautan samudra
dan akan tebas ranting baja
hingga kutemukan tangga ntuk gapai langit mimpi


biarlah sakit kurasa
tak mengapa derita kuterima
demi impian abadi tersembunyi di langit sunyi


Salam,
Pencari Tuhan

Rabu, 25 Mei 2011

Jejak Di Hatimu

ini jejakku untukmu
tak bisa selamanya diri ini menetap di sisimu
tak mampu diri ini dampingimu sampai akhir
jadi kutinggalkan jejakku padamu...

ini jejakku untukmu
kenangan yang telah kita rangkai bersama
perasaan yang telah kita bina sejak lama
harapan yang akan kita raih sejak awal
dan janji yang telah kita rantai pada akhirnya

ini jejakku untukmu
bukanlah sebuah emas berlian yang melingkar di tanganmu
bukan pula sebuah kristal perak yang menghiasi meja riasmu
juga bukan guci antik yang mempermanis kamar tidurmu

ini jejakku untukmu
takkan kau sadari keberadaaan jejakku padamu
takkan kau lihat jejakku di rumahmu
takkan kau mengerti maksud jejakku

ini jejakku untukmu
jejakku ku simpan jauh di lubuk hatimu
jejakku akan kau rasakan ketika kau membutuhkanku
jejakku akan membantumu memahani makna hidup

hanya jejakku ini yang terbaik yang mampu kuberikan untukmu, sahabat....


Salam,
Pencari Tuhan

Rabu, 18 Mei 2011

Inikah Cinta?



mereka bilang cinta itu indah, 
tapi terkadang menyakitkan...
ada yang bilang cinta itu bagaikan dunia milik berdua, 
hanya seputar kau dan aku...








katanya ketika cinta datang...
hati ini akan berbunga-bunga
jantung ini berdetak cepat ketika melihatnya
mata ini tak mau berpaling darinya
dan ingatan ini takkan mampu menghapus bayangannya


masih tak ku mengerti apa itu cinta?
seperti apa rasanya cinta?
masih tak ku pahami kapan cinta itu datang hampiriku? atau mungkinkah sudah?
seperti apa tandanya ketika cinta telah hadir padaku?






aku memang tidak tau apa itu cinta...
aku memang belum merasakan seperti apa cinta...
tapi aku tau ketika bersamamu aku rasakan nyaman
aku tau ketika melihatmu keceriaan menghampiriku
aku tau ketika mendengar suaramu hati ini menjadi tenang




akupun menyadarinya...
ketika kau melihatku, senyum terbaik merekah di bibir ini
ketika kau bercerita kepadaku, seluruh tubuh ini mendengarkan isi hatimu
ketika waktu akan memisahkan kebersamaan kita, ingin rasanya kuhentikan waktu




kalau semua yang kurasakin itu bisa disebut dengan cinta..
maka benar adanya cinta telah hadir padaku
tapi takkan ku biarkan diri ini terlena karna cinta
aku yakin hidup bukan hanya sekadar cinta belaka
aku yakin tak selamanya cinta buatku bahagia


lebih baik aku tak menganal cinta
aku rela tinggalkan cinta jika menyakitkan
aku rela lepaskan cinta demi mimpiku
aku rela lupakan cinta tanpa logika
karna cinta bukan segalanya






Salam,
Pencari Tuhan