Sabtu, 13 Agustus 2011

Hidupku Bagaikan Labirin


sekali lagi hati ini kecewa..
sekali lagi hati ini tersakiti...
ku pikir aku sekarang sudah jauh berubah lebih banyak
kupikir aku yang sekarang sudah menjadi jauh lebih baik
ku pikir usahaku dan pengorbananku sudah membuahkan hasil
tapi ternyata salah
ternyata semuanya sia-sia

hari ini aku baru menyadarinya...
betapa hidupku selama ini selalu berputar-putar di tempat yang sama
ketika aku akan memulai 1 langkah menjadi lebih baik dengan penuh semangat dan harapan besar
kau datang dan meremehkanku
kau tidak mempedulikanku
bahkan kau memarahiku
setiap kali ada semangat baru yang menggebu-gebu kau kembali meredupkannya
kini kusadari selama ini kebabasan hidupku penuh akan tekanan batin darimu


kini aku berusaha melawan tekananmu padaku
ketika kuberi penjelasan dengan lembut kau bilang aku menuntutmu
ketika aku marah dan merajuk kau bilang aku egois dan belum dewasa
ketika aku mengutarakan isi hatiku kau bilang aku tidak mengerti

beberapa tahun yang lalu hampir saja aku berhasil meraih puncak kehidupanku ketika aku tidak bersamamu
beberapa tahun lalu aku berjuang keras seorang diri bangkit dan berdiri dengan kedua kaki ini tampa persetujuan dan izinmu
beberapa tahun lalu satu persatu kuraih kesuksesahan hidupku
tapi ketika ku tak berdaya dan harus kembali kesisimu
kupikir kau sudah berubah... kupikir kau mau menerimaku apa adanya dan mendengarkan keluh kesahku

ternyata sekali lagi kau menekanku
detik-detik keberhasilanku menuju hidup yang lebih baik kembali kau jatuhkan
kembali kau padamkan seolah apa yang telah kulakukan adalah sia-sia
kau bilang aku menjadi lebih baik
kau bilang aku menjadi lebih dewasa
kau bilang aku menjadi lebih pintar dan pengertian
kau bangga padaku
tapi sampai sekarangpun tak pernah kau hargai keputusanku
tak pernah kau dukung keputusanku
selalu harus aku yang mengalah
selalu harus aku yang mengikuti kemauanmu
selalu harus aku yang bersabar

sekali lagi dan akan kutanya berulang kali padamu...
tidak bisakah aku memilih jalan hidupku sendiri ibu?


(Sabtu, 13 Agustus 2011 pkl.19.20 Wib-kelelahan yang disambut dengan tekanan)


Salam,
Pencari Tuhan

4 komentar:

  1. wahh, keren (y) :') pinjam untuk merenung

    BalasHapus
  2. nisaaa, walaupun gitu, sabar selalu bs jd pilihan terbaik bukan? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaahh..benar sekali kawan... memang segalanya butuh kesabaran...
      thank's sarannya tam :)

      Hapus